Menciptakan Komitmen Organisasi


Menurut Mangkunegara (2012:176) ada tiga pilar dalam menciptkan
komitmen organisasi, yaitu :

  1. Adanya perasaan untuk menjadi bagian dari organisasi (a sense
    ofbelonging to the organization)
  2. Adanya keterkaitan atau kegairahan terhadap pekerjaan (a sense
    ofexcitement in the job)
  3. Pentingnya rasa memiliki (ownership).
    Adapun penjelasan dari tiga pilar di atas :
  4. Adanya perasaan untuk menjadi bagian dari organisasi (a sense
    ofbelonging to the organization) untuk menciptakan rasa
    memiikitersebut, maka salah satu pihak dalam manajemen harus
    mampu membuat karyawan :
    a. Mampu mengidentifikasi dirinya terhadap organisasi.
    b. Merasa yakin bahwa apa yang dilakukannya ataupekerjaannya
    adalah berharga bagi organisasi.
    c. Merasa nyaman dengan organisasi tersebut.
    d. Merasa mendapat dukungan yang penuh dari organisasidalam
    bentuk misi yang jelas (apa yang direncanakan untuk dilakukan),
    nilai-nilai yang ada (apa yang diyakini sebagai hal yang penting
    oleh manajemen), norma-norma yang berlaku (cara-cara yang
    berprilaku bisa diterima oleh organisasi).
  5. Adanya keterkaitan atau kegairahan terhadap pekerjaan (a sense of
    excitment in job). Perasaan seperti ini dapat dimunculkan dengan cara:
    a. Mengenali faktor-faktor motivasi intrinsik dalam mengatur desain
    pekerjaan (job design).
    b. Kualitas kepemimpinanc. Kemampuan dari manajer dan
    supervisor untuk mengenali bahwa komitmen karyawan bisa
    ditingkatkan jika ada pehatian terusmenerus, memberi delegasi
    atas wewenang serta memberi kesempatan dan ruang yang cukup
    bagi karyawan untuk menggunakan keterampilan dan keahlian
    secara maksimal.
  6. Penting rasa memiliki (ownership). Rasa memiliki bisa muncul jika
    karyawan merasa bahwa mereka benar-benar diterima menjadi bagian
    atau kunci penting dari organisasi. Konsep penting dari ownership
    akan meluas dalam bentuk partisipasi dalam membuat keputusankeputusan dan mengubah praktek yang pada akhirnya akan
    mempengaruhi keterlibatan karyawan. Jika karyawan mersa dilibatkan
    dalam membuat keputusan dan jika mereka merasa ideidenya didengar
    dan merasa telah memberikan kontribusi pada hasil yang dicapai,
    maka mereka akan cenderung memberikan keputusankeputusan atau
    masukan yang dimiliki,hal ini dikarenakan mereka dilibatkan dan
    bukan dipaksa.