Karakteristik Konflik Peran


Menurut McShane (2005:211) dalam Suhartini dan Nana Habib Maulana
(2011:57-77) ciri konflik peran yang terjadi dalam organisasi adalah sebagai
berikut:

  1. Konflik peran pribadi (person-role conflict)
    Konflik ini terjadi jika tuntutan peranan melanggar nilai-nilai dasar,
    sikap, dan kebutuhan individu yang menduduki suatu posisi. Seperti:
    sikap terhadap tujuan terkait kepentingan tujuan organisasi, kelompok
    maupun individu.
  2. Konflik intra peran (intrarole conflict)
    Konflik ini terjadi jika individu yang berbeda merumuskan suatu
    peranan menurut perangkat harapan yang berbeda sehingga tidak
    mungkin bagi orang yang memegang peranan untuk memenuhi semua
    harapan tersebut. Seperti: pendapat individu dalam organisasi,
    kesamaan pemikiran yang sepaham dengan atasan, kemampuan
    menempatkan diri di dalam organisasi dan kemampuan bekerja secara
    profesional.
    Sedangkan menurut Nimran (2009:91) menyebutkan ciri-ciri seseorang
    yang berada dalam konflik peran, yaitu:
  3. Mengerjakan hal-hal yang tidak perlu
  4. Terjepit di antara dua atau lebih kepentingan yang berbeda (atasan dan
    bawahan atau sejawat)
  5. Mengerjakan sesuatu yang diterima oleh pihak yang satu tetapi tidak
    oleh pihak yang lain.
  6. Menerima perintah yang bertentangan.
  7. Mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan keadaan dimana saluran
    komando dalam orgnaisasi tidak terpenuhi.
    Adapun menurut Munandar (2008:390-392), konflik peran timbul jika
    seorang karyawan mengalami ciri-ciri sebagai berikut:
  8. Pertentangan antara tugas-tugas yang harus dia lakukan.
  9. Pertentangan antara tanggungjawab yang dia miliki.
  10. Tugas-tugas yang harus dilakukan yang menurut pandangannya bukan
    merupakan bagian dari pekerjaannya.
  11. Tuntutan-tuntutan yang bertentangan dari atasan.
  12. Tuntutan-tuntutan yang bertentangan dari rekan.
  13. Tuntutan-tuntutan dari bawahan.
  14. Pertentangan antara nilai pribadi dengan kekayaan pribadi.