Menurut Sedarmayati (2013:225) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
konflik peran sebagai berikut:
- Masalah Komunikasi
Hal ini diakibatkan salahnya pengertian yang berkenaan dengan
kalimat, Bahasa yang kurang atau sulit dimengerti atau informasi yang
mendua dan tidak lengkap serta gaya individu yang tidak konsisten. - Masalah Struktur Organisasi
Hal ini disebabkan karena adanya pertarungan kekuasaan antar
departemen dengan kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian
yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang
terbatas atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok-kelompok
kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka. - Masalah Pribadi
Hal ini disebabkan, karena tidak sesuai dengan tujuan atau nilai-nilai
sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan
mereka, dan perbedaan dalam nilai-nilai persepsi.
Sedangkan menurut Kreitner et al. (2010:376) faktor-faktor yang dapat
menimbulkan konflik peran auditor internal, antara lain: - Inadequate communication
Konflik peran dapat terjadi apabila terdapat kurangnya komunikasi
diantara personil dan ketidakcocokkan dalam bekerja sama dengan
pihak lain, hal ini dapat disebabkan perbedaan visi dan misi yang akan
dicapai. - Independent task
Faktor ini dapat memicu terjadinya konflik peran dikarenakan satu
orang tidak dapat menyelesaikan tugasnya sampai orang lain telah
menyelesaikan pekerjaan mereka sehingga dapat menimbulkan konflik
di antara mereka. - Interdepartemen/intergroup competition
Kompetisi di antara individu atau antar departemen dapat memicu
terjadinya konflik peran karena persaingan dalam menyelesaikan
pekerjaannya menjadi sangat tinggi dan akan membuat tekanan
pekerjaan auditor menjadi sangat berat.
Adapun menurut Arfan Ikhsan Lubis (2010:56) faktor-faktor yang dapat
menimbulkan konflik peran sebagai berikut: - Birokrasi yang tidak sesuai dengan norma
- Koordinasi arus wewenang
- Kecukupan wewenang
- Kecukupan komunikasi
- Kemampuan adaptasi
