Tipologi Kepemimpinan


Terdapat banyak gaya yang digunakan untuk mengidentifikasi tipetipe kepemimpinan. salah satunya tipologi menurut Kartini Kartono
(2003;69-73) yang membagi tipe kepemimpinan menjadi delapan tipe,
antara lain :
1) Tipe Kharismatis
Pemimpin memiliki kekuatan energi, daya tarik dan perbawa yang
luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai
pengikut yang sangat besar jumlahnya yang dapat dipercaya.
Pemimpin memiliki banyak inspirasi, keberanian, dan
berkeyakinan teguh pada pendiriannya. Totalitas kepribadian
pemimpin mencerminkan pengaruh dan daya tarik teramat besar.
2) Tipe Paternalistis
Merupakan tipe kepemimpinan kebapakan, dengan sifat-sifat
antara lain:
a) Menganggap bawahannya sebagai manusia yang belum dewasa
atau anak sendiri yang perlu dikembangkan.
b) Bersikap terlalu melindungi.
c) Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
mengambil keputusan sendiri.
d) Jarang memberi kesemptan kepada bawahan untuk berinisiatif.
e) Selau bersikap maha tahu dan maha benar.
3) Tipe Militeris
Bersifat militeris namun hanya gaya luarnya saja yang mencontoh
gaya militer. Tetapi jika dilihat lebih seksama tipe ini mirip sekali
dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat pemimpin
yang militeris yaitu:
a) Lebih banyak menggunakan sistem perintah atau komando.
b) Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan.
c) Senang dengan formalitas.
d) Menuntut adanya disiplin keras dan kaku dari bawahannya.
e) Tidak menghendaki saran atau usul dari bawahan.
f) Komunikasi searah.
4) Tipe Otokratis
Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah
merupakan suatu hak. Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai
berikut :
a) Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi.
b) Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
c) Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata.
d) Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain
karena dia menganggap dialah yang paling benar.
e) Selalu bergantung pada kekuasaan formal.
f) Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan
pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.
5) Tipe Laissez faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan
berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi
terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa
yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin
dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing
anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
6) Tipe Populistis
Tipe populistis ini berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat
yang tradisional. Kurang mempercayai dukungan dan bantuan
kekuatan dari luar. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan
penghidupan kembali kecintaan terhadap orgnisasi yang dipimpin.
7) Tipe Administratif
Kepemimpinan tipe administratif adalah keemimpinan yang
mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif.
8) Tipe Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia, dan
memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya.
Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan
demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal
ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan
kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu.
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai
berikut:
a) Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari
pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di
dunia.
b) Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi
dengan kepentingan organisasi.
c) Senang menerima saran, kritik dan pendapat.
d) Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan
pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan
dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisiatif dan
prakarsa dari bawahan.
e) Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
f) Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses
daripadanya.
g) Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai
pemimpin