Teori Motivasi

  1. Teori Kebutuhan Hierarki oleh (Maslow, 1943)
    Maslow (1943), Sari dan Dwiarti (2018:61) menyatakan bahwa manusia
    dimotivasi untuk memuaskan sejumlah kebutuhan yang melekat pada diri setiap
    manusia yang cenderung bersifat bawaan. Kebutuhan merupakan suatu
    kesenjangan yang dirasakan antara kenyataan dengan dorongan yang ada pada
    diri individu. Bila kebutuhan karyawan tidak tercukupi maka karyawan tersebut
    akan menunjukkan kekecewaannya begitupun sebaliknya. Hierarki kebutuhan
    manusia menurut (Maslow, 1943; Sari dan Dwiarti, 2018:61) adalah sebagai
    berikut:
    a. Kebutuhan Fisiologis
    Makan, minum, terlindungi secara fisik, bernafas dan seksual merupakan
    suatu kebutuhan. Kebutuhan tersebut menjadi kebutuhan mendasar
    seseorang.
    b. Kebutuhan Rasa Aman
    Terlindungi dari ancaman, bahaya, pertengkaran dan lingkungan hidup
    merupakan suatu kebutuhan.
    c. Kebutuhan untuk Merasa Memiliki
    Diterima oleh individu lainnya, berafiliasi, berkomunikasi maupun
    kebutuhan merasa mencintai serta dicintai.
    d. Kebutuhan Akan Harga Diri
    Dihormati dan dihargai oleh orang lain merupakan kebutuhan yang harus
    dipenuhi oleh individu.
    e. Kebutuhan untuk Mengaktualisasikan Diri
    Menggunakan kemampuan, skill, dan potensi merupakan kebutuhan
    individu. Berpendapat dengan mengemukakan ide – ide yang dimiliki serta
    memberikan penilaian dan kritik terhadap sesuatu merupakan suatu
    kebutuhan.
  2. Teori (McClelland dan Lowell, 1961)
    Teori McClelland, menguatkan pada tiga kebutuhan (Bangun, 2012:325), yaitu:
    a. Need For Achievement
    Kebutuhan seseorang akan prestasi mencerminkan dorongan rasa tanggung
    jawab untuk pemecahan masalah. Karyawan memiliki kebutuhan
    berprestasi yang tinggi dan sering kali bersedia mengambil risiko.
    Kebutuhan berprestasi adalah kebutuhan untuk berbuat lebih baik dari
    sebelumnya dan selalu ingin mencapai yang terbaik.
    b. Need For Affiliation
    Kebutuhan untuk memiliki adalah dorongan untuk berinteraksi dengan
    orang lain, bergaul dengan orang lain, dan tidak ingin melakukan hal-hal
    yang dapat menyakiti mereka.
    c. Need For Power
    Kebutuhan akan kekuasaan mencerminkan dorongan untuk memiliki
    kekuatan untuk mempengaruhi orang lain.
  3. Teori ERG (Existence, Relatedness, Growth) dari (Aldefer, 1972)
    Teori ERG mengemukakan bahwa individu mencakup tiga kebutuhan (Priansa,
    2014:211), yaitu:
    a. Existence Needs
    Kebutuhan ini berkaitan dengan fisik dari kondisi pegawai seperti makan,
    minum, pakaian, bernapas, balas jasa, rasa aman di tempat kerja dan
    tunjangan.
    b. Relatedness Needs
    Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain di tempat kerja.
    c. Growth Needs
    Berkembang dan meningkatkan nilai yang dimiliki individu seperti potensi
    dan kecakapan pegawai merupakan suatu kebutuhan.