Teori Kepuasan Kerja


Ada beberapa teori kepuasan kerja menurut Mangkunegara (2013)
yaitu:

  1. Teori keseimbangan (equity theory)
    Teori ini dikembangkan oleh Adam Wexley dan Yukl dalam
    mengemukakan komponen utama dari teori ini adalah: Input
    adalah suatu nilai yang diberikan karyawan saat melakukan
    pekerjaannya, Outcome adalah semua nilai yang diperoleh
    karyawan dari pekerjaannya, Comparison person adalah seorang
    karyawan yang berada dalam organisasi yang sama atau diluar
    organisasi, atau dirinya sendiri dalam pekerjaan sebelumnya,
    Equity – inequity adalah sesuatu yang dirasakan karyawan adil
    atau tidak adil.
  2. Teori perbedaan (discrepancy theory)
    Teori ini pertama kali dikemukan oleh Porter. Ia berpendapat
    bahwa mengukur kepuasan kerja dapat dilakukan dengan cara
    menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan
    kenyataan yang dirasakan pegawai. Kepuasan kerja karyawan
    bergantung pada perbedaan antara apa yang didapat dan apa
    yang diharapkan oleh karyawan.
  3. Teori pemenuhan kebutuhan (needfulfillment theory)
    Menurut teori ini kepuasan kerja karyawan bergantung pada
    terpenuhi atau tidaknya kebutuhan karyawan tersebut.
  4. Teori pandangan kelompok (socialreferencegroup theory)
    Pada teori ini, kepuasan kerja karyawan bukanlah
    bergantung pada pemenuhan kebutuhan kompetensi saja,
    melainkan juga bergantung pada pandangan dan pendapat
    kelompok yang dianggap sebagai kelompok acuannya.
  5. Teori dua faktor dari Herzberg
    Berdasarkan teori ini kepuasan kerja dan ketidakpuasan
    kerja itu terpisah dan juga berbeda. Teori ini merumuskan dua
    faktor yaitu satisfied atau motivators dan dissatisfies atau
    hygienefactors.