Ada beberapa teori kepuasan kerja menurut Mangkunegara (2013)
yaitu:
- Teori keseimbangan (equity theory)
Teori ini dikembangkan oleh Adam Wexley dan Yukl dalam
mengemukakan komponen utama dari teori ini adalah: Input
adalah suatu nilai yang diberikan karyawan saat melakukan
pekerjaannya, Outcome adalah semua nilai yang diperoleh
karyawan dari pekerjaannya, Comparison person adalah seorang
karyawan yang berada dalam organisasi yang sama atau diluar
organisasi, atau dirinya sendiri dalam pekerjaan sebelumnya,
Equity – inequity adalah sesuatu yang dirasakan karyawan adil
atau tidak adil. - Teori perbedaan (discrepancy theory)
Teori ini pertama kali dikemukan oleh Porter. Ia berpendapat
bahwa mengukur kepuasan kerja dapat dilakukan dengan cara
menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan
kenyataan yang dirasakan pegawai. Kepuasan kerja karyawan
bergantung pada perbedaan antara apa yang didapat dan apa
yang diharapkan oleh karyawan. - Teori pemenuhan kebutuhan (needfulfillment theory)
Menurut teori ini kepuasan kerja karyawan bergantung pada
terpenuhi atau tidaknya kebutuhan karyawan tersebut. - Teori pandangan kelompok (socialreferencegroup theory)
Pada teori ini, kepuasan kerja karyawan bukanlah
bergantung pada pemenuhan kebutuhan kompetensi saja,
melainkan juga bergantung pada pandangan dan pendapat
kelompok yang dianggap sebagai kelompok acuannya. - Teori dua faktor dari Herzberg
Berdasarkan teori ini kepuasan kerja dan ketidakpuasan
kerja itu terpisah dan juga berbeda. Teori ini merumuskan dua
faktor yaitu satisfied atau motivators dan dissatisfies atau
hygienefactors.
