Menurut beberapa ahli ada beberapa macam dimensi dalam kepuasan kerja.
Menurut Luthans (2010:141) mengatakan ada lima dimensi yang mewakili karakteristik
penting mengenai pekerjaan. Kelima dimensi tersebut adalah :
- Pekerjaan itu sendiri (The Work Itself)
Hal ini mengenai sejauh mana pekerjaan tersebut memberikan seorang individu
tugas yang menarik, memberi peluang untuk belajar, dan sebuah kesempatan
untuk bertanggung jawab. - Gaji/Upah (Pay)
Pada dimensi yang kedua ini yaitu mengenai jumlah remunerasi keuangan yang
diterima dan sejauh mana individu tersebut memandang setara gaji tersebut
yang untuk dibandingkan dengan milik orang lain di dalam sebuah organisasi. - Peluang Promosi (Promotion Opportunities)
Peluang bagi seorang individu untuk memiliki kemajuan di dalam sebuah
organisasi. - Pengawasan (Supervision)
Seorang atasan yang berkemampuan memberi bantuan secara teknis dan
dukungan untuk bawahannya. - Rekan Kerja (Coworkers)
Sejauh mana sesama rekan kerja yang secara teknis memiliki sikap cakap dan
mendukung secara sosial.
Sedangkan menurut Wexley dan Yukl (Indrasari, 2017:45) mereka menyatakan
kepuasan kerja sendiri terdiri dari 7 (tujuh) dimensi berdasarkan karakteristik pekerjaan
yaitu sebagai berikut:
a) Kompensasi
Imbalan yang diterima para pegawai merupakan salah satu faktor penting bagi
kepuasan kerja pegawai. Nilai imbalan yang dinilai terlalu kecil akan membuat
pegawai merasa tidak puas, demikian juga terhadap pemberian gaji yang tidak
adil.
b) Supervisi
Perilaku yang dilakukan oleh atasan dalam melakukan pengawasan terhadap
pegawainya, sangat diperhatikan oleh para pegawainya. Pengawasan yang
dilakukan oleh atasan dengan memperhatikan dan mendukung kepentingan
para pegawainya juga akan berdampak terhadap kepuasan kerja pegawai.
c) Pekerjaan itu sendiri
Sifat dari pekerjaan yang dihadapi oleh para pegawai dalam sebuah organisasi
yaitu skill variety, task identity, task significance, autonomy, dan feedback, juga
turutakan memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap kepuasan kerja
pegawai.
d) Hubungan dengan rekan kerja
Interaksi yang terjalin diantara para pegawai di dalam sebuah organisasi juag
turut dapat mempengaruhi kepuasan kerja pegawai tersebut. Apabila dilihat
secara individu, rekan kerja yang bersahabat dan mendukung antar satu sama
lain juga akan memberikan kepuasan kerja untuk para pegawai lainnya.
e) Kondisi kerja
Kondisi kerja yang bersih dan tertata rapi akan membuat pekerjaan lebih mudah
dilakukan pegawai dan hal ini pada akhirnya memberikan dampak terhadap
kepuasan pegawai.
f) Kesempatan memperoleh perubahan status
Bagi pegawai yang memiliki keinginan besar untuk mengembangkan dirinya,
maka kebijakan promosi yang adil yang diberlakukan organisasi akan
memberikan dampak puas kepada pegawai.
g) Keamanan kerja
Rasa aman didapatkan pegawai dari adanya suasana kerja yang menyenangkan,
tidak ada rasa takut akan suatu hal yang tidak pasti dan tidak ada kekhawatiran
akan diberhentikan secara tiba-tiba.
