Dimensi-dimensi Kepuasan Kerja


Luthans (2006) menyatakan bahwa ada enam dimensi dalam kepuasan
kerja, yaitu :
a. Pekerjaan itu sendiri, sejauhmana tugas kerja dianggap menarik dan
memberikan kesempatan untuk maju atau belajar, dalam hal ini ada
tidaknya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan
kemampuan dan menerima tanggungjawab selama kerja.
b. Gaji atau upah, yaitu jumlah yang diterima meliputi besar gajinya,
kesesuaian antara gaji dengan pekerjaan.
c. Kesempatan promosi, yaitu yang berhubungan dengan masalah kenaikan
jabatan, kesempatan untuk maju dan pengembangan karir.
d. Pengawasan, yaitu termasuk didalamnya hubungan antara karyawan
dengan atasan, pengawasan kerja dan kualitas kerja.
e. Rekan kerja, yaitu sejauhmana hubungan sesama karyawan.
f. Kondisi kerja, yaitu yang menyangkut dengan suasana kerja yaitu
peralatan kerja, ventilasi, tata ruang dan sebagainya. Menurut Frame
(2004) kondisi kerja didefinisikan sebagai tempat karyawan bekerja,
instrumen kerja, pekerjaan itu sendiri, kebijakan organisasi, dan aturan
organisasi. Arnold dan Feldman (1996) menambahkan faktor-faktor
seperti suhu, pencahayaan, ventilasi, kebersihan, kebisingan, jam kerja,
dan sumber daya dipromosikan sebagai bagian dari kondisi kerja.
Karyawan mungkin merasa bahwa kondisi kerja yang buruk hanya akan
memprovokasi kinerja negatif, karena pekerjaan mereka secara mental dan
fisik menuntut. Menurut Baron dan Greenberg (2003) pekerja akan lebih
menginginkan kondisi kerja yang akan menghasilkan kenyamanan fisik
yang lebih nyamanan. Tidak adanya kondisi kerja seperti itu, dapat
berdampak buruk pada mental pekerja dan kesejahteraan fisik (dalam
Parvin dan Kabir, 2011)