Untuk dapat memahami Kepuasan Kerja karyawan,
maka Luthans (2006) menyatakan bahwa pengaruh utama
dari kepuasan kerja ditunjukkan dari lima dimensi berikut,
yaitu: pekerjaan itu sendiri, gaji, kesempatan promosi,
pengawasan, dan rekan kerja. Kemudian dia juga
menambahkan kondisi kerja sebagai dimensi kepuasan kerja
:
a. Pekerjaan itu sendiri
Dalam hal ini, pekerjaan memberikan tugas
yang menarik, kesempatan untuk belajar, dan
kesempatan untuk menerima tanggungjawab.
Penelitian terbaru menemukan bahwa
karakteristik pekerjaan dan kompleksitas pekerjaan
menghubungkan antara kepribadan dan kepuasan
kerja, dan jika persyaratan kreatif pekerjaan
terpenuhi, maka mereka cendrung menjadi puas.
b. Gaji
Gaji adalah sejumlah upah yang diterima dan
tingkat ini bias dipandang sebagai hal yang dianggap
pantas dibanding orang lain dalam organisasi.
Gaji merupakan faktor multidimensi dalam
kepuasan kerja. Uang tidak hanya membantu orang
untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga alat
untuk memberikan kebutuhan kepuasan untuk
tingkat yang lebih tinggi. Karyawan melihat gaji
sebagai refleksi dari bagaimana manajemen
memandang konstribusi mereka terhadap
perusahaan. Benefit (gaji) tambahan juga penting,
tapi tidak begitu berpengaruh.
c. Promosi
Kesempatan promosi merupakan suatu
kesempatan untuk maju dalam organisasi. Dengan
strategi perataan organisasi dan pemberian
wewenang, promosi dalam pengertian tradisional,
yang berarti manapaki tangga kesuksesan dalam
perusahaan.
d. Pengawasan
Pengawasan merupakan kemampuan
penyelia (pemimpin) untuk memberikan bantuan
teknis dan dukungan perilaku. Pada saat ini, dapat
dikatakan bahwa ada dua dimensi gaya pengawasan
yang mempengaruhi kepuasan kerja.
Dimensi pertama berpusat pada karyawan,
diukur menurut tingkat penyelia menggunakan
ketertarikan personal dan peduli pada karyawan.
Dimensi kedua adalah partisipasi atau pengaruh,
karyawan berkemungkinan untuk berpartisipasi
dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi
kepuasan mereka.
e. Rekan kerja
Ini merupakan tingkat dimana rekan kerja
pandai secara teknis dan mendukung secara sosial.
Rekan kerja atau anggota tim yang kooperatif
merupakan sumber kepuasan kerja yang paling
sederhana pada karyawan secara individu. Kelompok
kerja, terutama tim yang kuat dapat menjadi
pendukungan, pemberi kenyamanan, penasihat, dan
pemberi bantuan pada anggota individu.
f. Kondisi kerja
Kondisi kerja menyangkut dengan suasana
tempat kerja.
Indikator Kepuasan Kerja yang dikemukakan oleh Robbins
dan Judge (2008), meliputi :
a. Kepuasan terhadap gaji
b. Kepuasan terhadap rekan kerja
c. Kepuasan terhadap atasan
d. Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri
