Kriteria Penilaian Kinerja


Menurut Ulfatin (2016:179) Robbins mengatakan bahwa tiga kriteria yang paling
populer yang dapat mengevaluasi kinerja pegawai adalah hasil pekerjaan
individu, perilaku, dan sikap. Hasil pekerjaan individu mencakup sebagai berikut:

Interpersonal Impact, adalah sejauh mana pegawai memelihara harga diri,
nama baik, dan kerja sama antara rekan kerja dan bawahan

Quality, yaitu sejauh mana suatu proses dan hasil pelaksanaan kegiatan
mendekati sempurna atau mendekati tujuan yang diharapkan.

Quantity, yaitu jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah, jumlah unit,
dan jumlah kegiatan yang di selesaikan

Timeliness, merupakan tingkat suatu kegiatan disesuaikan pada waktu yang
di kehendaki, dengan cara memperhatikan koordinasi output lain serta waktu
yang tersedia untuk suatu kegiatan tersebut.

Cost-effectiveness, yaitu tingkat penggunaan daya organisasi meliputi
(manusia, keuangan, teknologi, dan materiil) yang dimaksimalkan untuk
mencapai hasil tertinggi atau meminimalisir kerugian dari unit pengguna
sumber.

Need supervision, yaitu sejauh mana seorang pejabat dapat melaksanakan
fungsi pekerjaan tanpa membutuhkan pengawasan seorang supervisor agar
dapat mencegah tindakan yang kurang diinginkan.