Dalam suatu perusahaan, kinerja dapat dinilai dengan mengadakan suatu penilaian
kinerja. Baik kinerja di masa lalu, masa datang maupun dalam lingkungan tertentu
(kinerja keuangan, kinerja operasi, kinerja sumber daya manusia, kinerja perusahaan
secara keseluruhan). Penilaian kinerja (performance appraisal) adalah proses dimana
organisasi mengevaluasi pelaksanaan kerja individu atau penentuans ecara periodik,
efektifitas operasional suatu organisasi dan karyawan berdasarkan sasaran, standar
dan kriteria tertentu (Handoko, 1996: 135). (Suprihanto, 1988:1) Mendefinisikan
penilaian kinerja sebagai suatu sistem yang digunakan untuk menilai dan mengetahui
sejauh mana karyawan telah melaksanakan pekerjaannya masing-masing secara
keseluruhan.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dari individu yaitu, tenaga
kerja, kemampuan mereka, motivasi, dukungan yang diterima, keberadaan pekerjaan
yang mereka lakukan dan hubungan mereka dengan organisasi. (Mathis, 2001:82)
Dengan standar kinerja untuk membandingkan apa yang diharapkan dan dikerjakan
seseorang pegawai dengan apa yang sesungguhnya dikerjakan oleh seorang
surpevisor dapat menentukan level kinerja pegawai tersebut. Proses penilaian kinerja
harus dikaitkan dengan uraian pekerjaan dan standar kinerja. Mengembangkan
standar kinerja yang jelas dan realistis dapat mengurangi problem komunikasi dalam
umpan balik penilaian kinerja antara manajer supervisor dan pegawai. (Jackson
2002:246).
Penilaian kinerja adalah salah satu sistem yang terstruktur dan formal dalam
mengukur, mengevaluasi dan mempengaruhi atribut-atribut yang berhubungan dalam
pekerjaan. Perilaku dan out-put karyawan serta tingkat absensi untuk mengetahui
produktifitas dan efektifitas pegawai dalam melaksanakan pekerjaan di masa depan,
sehingga bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat (Schuller and Hubber, 1993:
282). Salah satu kriteria yang berkaitan dengan kinerja adalah jenis kriteria atau
perfoma kriteria yang digunakan. Menurut Schuller And Hubber,1993: 285-288,
pada dasarnya terdapat 3 kategori kriteria dalam penilaian kinerja, yaitu:
- Trait-Based Criteria
Berfokus pada karakteristik karyawan antara lain: kemampuan berkomunikasi,
kemampuan memimpin dan kesetiaan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan
mudah namun hasilnya sering tidak valid karena kaitannya dengan traid dan
kinerja seringkali lemah akibat faktor-faktor situasional. - Behaviour-Based Criteria
Pendekatan ini memfokuskan pada bagaimana suatu pekerjaan dilakukan,
sehingga proses perilaku karyawan dalam melakukan pekerjaan sangatlah penting
untuk diperhatikan. Pekerjaan yang membutuhkan kecepatan, ketelitian, atau
kerapian sangatlah ditentukan oleh perilaku pegawai, sehingga hal-hal tersebut
dapat menjadi acuan bagi seorang atasan untuk mengamati dan mengevaluasi
bawahannya. - Out come-Based Criteria
Pendekatan ini berfokus pada apa yang telah dicapai atau dihasilkan, dan bukan
pada cara atau proses menghasilkannya. Selain mengubah karyawannya,
perusahaan lain mungkin dapat juga menilai dengan pencapaian tujuan dari
penugasan yang diberikan pada karyawannya. Seberapa jauh penyimpangan antara
rencana dengan realisasi dapat dijadikan bahan untuk mengevaluasi kinerja.
Penilaian kinerja dapat dianggap sebagai alat untuk memverifikasi bahwa individuindividu memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Untuk mengevaluasi
kerja sekaligus mengembangkan serta memotivasi karyawan, penilaian kinerja
haruslah secara adil, tidak memihak dan harus menggambarkan kinerja yang aktual
dan akurat.
Tujuan dan manfaat penilaian kinerja bagi perusahaan memiliki berbagai manfaat
antara lain evaluasi antar individu dalam organisasi, pengembangan dari diri setiap
individu, pemeliharaan sistem dan dokumentasi (Belarmino:2013,62-63).
1) Evaluasi antar individu dalam organisasi
Penilaian kinerja bertujuan untuk menilai kinerja setiap individu dalam
organisasi dalam menentukan jumlah dan jenis kompensasi yang merupakan hak
bagi setiap individu dalam organisasi.
2) Pengembangan dari diri setiap individu dalam organisasi
Penilaian kinerja pada tujuan ini bermanfaat untuk pengembangan karyawan
yang memiliki kinerja rendah yang membutuhkan pengembangan baik melalui
pendidikan formal maupun pelatihan.
3) Pemeliharaan sistem
Berbagai sistem yang ada dalam organisasi memiliki sub sistem yang saling
berkaitan antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya. Oleh karena itu perlu
dipelihara dengan baik.
4) Dokumentasi kerja
Penilaian kinerja akan memberi manfaat sebagai dasar tindak lanjut dalam posisi
pekerjaan karyawan di masa akan datang. Hal ini berkaitan dengan pengambilan
keputusan.
