Faktor kritis yang berkaitan dengan keberhasilan jangka panjangsuatu organisasi atau
perusahaan adalah kemampuan untuk mengukurseberapa baik pegawai-pegawainya
berkarya dan menggunakaninformasi tersebut guna memastikan bahwa pelaksanaan
kerjanya memenuhi standar sekarang dan meningkat sepanjang waktu. “Suatu
pekerjaan bagi seseorang adalah pusat kepentingan kehidupan yang memberikan
petunjuk penting dalam penilaian antar pribadi. (M. As’ad,1991: 46), “Memberikan
batasan bahwa kinerja sebagai kesuksesan seseorang dalam melaksanakan suatu
pekerjaan”.
Menurut Henry Simamora (1995:327), kinerja karyawan adalah tingkat
terhadap mana para karyawan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Rivai
(dalam Muhammad Sandy, 2015:12) memberikan pengertian bahwa kinerja atau
prestasi kerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan
selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai
kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah
ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama. Pengertian kinerja menurut
Stephen Robbins yang diterjemahkan oleh Harbani Pasolong “Kinerja adalah hasil
evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan dibandingkan kriteria
yang telah ditetapkan sebelumnya, “ (Pasolong, 2007 : 176). Kinerja adalah suatu
keadaan yang berkaitan dengan keberhasilan organisasi dalam menjalankan misi
yang dimilikinya yang dapat diukur dari tingkat produktivitas, kualitas layanan,
responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas (Tangkilisan, 2005 : 178).
Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai
dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2009:18).
Tingkat keberhasilan suatu kinerja meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif.
Sedangkan, menurut Siswanto (dalam Muhammad Sandy, 2015:11) kinerja ialah
prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang
diberikan kepadanya. Kinerja adalah suatu hasil kerja seorang karyawan selama
periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalkan standar atau
target atau kriteria lain yang telah ditetapkan terlebih dahulu. ( Suprihanto, 1991:7).
Vroom mendefinisikan kinerja sebagai tingkat sejauh mana keberhasilan seseorang
dalam melaksanakan tugasnya (As’ad, 1999: 9 48). Sedangkan menurut Porter dan
Lawrer menyatakan kinerja adalah Succesfull Role Achiefment yang diperoleh dari
perbuatannya (As’ad,1999:47). Biasanya orang yang tingkat kinerjanya tinggi
disebut orang yang produktif, sebaliknya orang yang tingkat kinerjanya rendah
disebut orang yang tidak produktif. Kinerja adalah tingkat rata-rata yang dicapai oleh
pekerja cakap selama sehari kerja atau selama satu giliran kerja (panitia kerja
istilahmanajemen LPMM 1997: 58). Pengertian kinerja meliputi beberapa unsur,
yaitu:
- Unsur waktu, dalam arti hasil-hasil yang dicapai oleh usaha tertentu dinilai dalam
satu periode. Ukuran periode dapat menggunakan satuan jam, hari, bulan,
maupun tahun. - Unsur hasil, dalam arti bahwa hasil kerja rata-rata diakhir periode harus
memberikan setengah dari hasil seluruhnya. - Unsur metode, dalam arti bahwa seorang karyawan harus menguasai betul dan
bersedia mengikuti pedoman metode kerja yang efisien. Dari bahasan-bahasan
tersebut diatas, jelaslah bahwa yang disebut kinerja adalah hasil yang dicapai
seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.
