Motivasi dapat membangkitkan semangat kerja karyawan untuk bekerja lebih
baik sehingga seorang karyawan yang memiliki motivasi yang tinggi akan mempengaruhi
kepuasan kerja menjadi lebih tinggi. Yulk (2018) berpendapat bahwa “produktifitas
sebuah kelompok tergantung pada motivasi dan kemampuan anggota.Kualitas kinerja
kelompok akan menjadi tinggi bilamana para anggotanya dimotivasi dan sangat terampil
daripada bilamana para karyawannya tidak termotivasi, tidak terampil, atau keduaduanya”.Dengan adanya karyawan yang termotivasi maka dapat lebih mudah mencapai
produktifitas yang diharapkan dalam organisasi sehingga motivasi lebih mudah dicapai.
Beberapa pendapat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi dan
kinerja.dalam hal ini Simamora (2018) mengatakan bahwa “Motivasi karyawan untuk
bekerja, mengembangkan kemampuan pribadi, dan meningkatkan kemampuan di masa
mendatang dipengaruhi oleh umpan balik mengenai kualitas kerja masa lalu dan
pengembangan”. Pendapat tersebut mengatakan bahwa produktifitas kerja mempengaruhi
motivasi karyawan untuk bekerja, jika prestasi karyawan baik ia akan termotivasi untuk
bekerja lebih baik lagi untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh karyawan tersebut.
Jika auditor tersebut mengetahui bahwa prestasi yang dicapai kurang baik maka
kemungkinan besar ia akan berusaha memperbaiki prestasi agar ia dapat bertahan bekerja
di tempat tersebut artinya bila prestasinya terus – menerus buruk bukan tidak mungkin ia
akan diberhentikan dari pekerjaannya.
Pemberian motivasi kepada para karyawan dilakukan dengan berbagai cara, namun
berbagai hambatan dalam memberikan motivasi sering ditemukan, diantaranya kebijakan
perusahaan mengadakan rekruitmen mengakibatkan sebagian karyawan kurang bergairah
dalam melaksanakan pekerjaan, mereka beranggapan bahwa tidak seharusnya perusahaan
merekrut tenaga baru dalam kondisi yang demikian. Namun sebagian karyawan lain
mempunyai asumsi bahwa dengan adanya rekrutmen maka harus bekerja lebih baik,
sehingga karirnya tidak akan terlampaui oleh karyawan baru. Demikian halnya dengan
adanya pengurangan karyawan, maka sebagian karyawan merasa was-was dalam bekerja,
namun sebagian karyawan dengan adanya pengurangan karyawan dia harus bekerja lebih
giat dan hati-hati, sehingga apabila suatu saat perusahaan mengadakan pengurangan
karyawan mereka akan tetap dipertahankan.
Bila seorang termotivasi, ia akan berusaha berbuat sekuat tenaga untuk mewujudkan apa
yang diinginkannya. Namun demikian belum tentu upaya yang keras itu akan
menghasilkan produktivitas yang diharapkan, apabila tidak disalurkan dalam arah yang
dikehendaki organisasi. Oleh karena itu, upaya harus diarahkan dan lebih konsisten
dengan tujuan ke dalam sasaran organisasi.Unsur kebutuhan berarti suatu keadaan
internal yang menyebabkan hasil- hasil tertentu tampak menarik. Suatu kebutuhan yang
tidak terpuaskan akan menciptakan tegangan yang merangsang dorongan-dorongan di
dalam diri individu. Dorongan ini menimbulkan suatu perilaku pencarian untuk
menemukan tujuan-tujuan tertentu yang apabila tercapai akan memenuhi kebutuhan itu
dan mendorong ke pengurangan tegangan.
Oleh karena itu, melekat di dalam definisi motivasi adalah bahwa kebutuhan individu itu
sesuai dan konsisten dengan tujuan dan sasaran organisasi. Apabila nilai ini tidak terjadi,
maka akan terwakili individu-individu yang mengeluarkan tingkat biaya tinggi, yang
sebenarnya berlawanan dengan kepentingan organisasi. Rendahnya produktivitas dan
motivasi karyawan yang dihadapi sebenarnya merupakan permasalahan klasik namun
selalu up to date untuk didiskusikan.
Menurut Wahyudin (2015) Motivasi, adalah daya pendorong yang mengakibatkan
seseorang rela untuk menggerakkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau ketrampilan,
tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung
jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rngka pencapaian tujuan dan berbagai
sasaran yang telah ditentukan.
Setiap individu mempunyai ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan
karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan, Karakteristik bawaan merupakan
karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir baik yang menyangkut faktor biologis
maupun faktor sosial psikologis. Pada masa lalu, terdapat keyakinan bahwa kepribadian
terbawa pembawaan (heredity) dan lingkungan.hal tersebut merupakan dua faktor yang
terbentuk karena faktor yang terpisah, masing-masing mempengaruhi kepribadian dan
kemampuan individu bawaan dan lingkungan dengan caranya sendiri-sendiri.Motivasi
dalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar
mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya
untuk mencapai kepuasan Putri (2016).
