Persepsi Harga


Persepsi harga menurut Rangian et al., (2022) merupakan salah satu faktor
penting bagi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian, salah satu pengaruh
yang penting dalam reaksi konsumen terhadap suatu produk adalah harga.
Berdasarkan hal tersebut persepsi harga menjadi alasan konsumen dalam membuat
keputusan. Persepsi harga menurut Anita et al., (2023) ialah bagaimana cara
konsumen melihat harga sebagai harga yang tinggi, rendah dan adil. Hal ini
mempunyai pengaruh yang kuat baik kepada minat beli dan kepuasan dalam
pembelian. Persepsi harga berkaitan dengan bagaimana informasi harga dipahami
seutuhnya dan memberikan makna yang dalam oleh konsumen.
Persepsi harga sering diidentikan menggunakan persepsi kualitas dan
persepsi biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh produk. Persepsi harga dibuat
oleh dimensi dua primer, yaitu persepsi kualitas serta persepsi biaya yang
dikeluarkan. Kedua dimensi itu menurut Mirella et al., (2022) merupakan faktor
yang mempengaruhi persepsi harga dan diuraikan sebagai berikut:
a) Perceived Quality (persepsi kualitas)
Konsumen cenderung lebih menyukai produk yang harga mahal ketika
berita yang didapat hanya harga produk. Persepsi konsumen terhadap
kualitas suatu produk ditentukan oleh persepsi mereka terhadap nama
merek, nama toko, garansi yang diberikan serta negara yang mengasilkan
produk tersebut.
b) Perceived Moneter (persepsi biaya yang dikeluarkan)
Secara umum konsumen menganggap bahwa harga adalah biaya yang
dikeluarkan untuk menerima produk. akan tetapi konsumen mempunyai
persepsi yang berbeda-beda terhadap biaya yang dikeluarkan meskipun
untuk produk yang sama. Hal ini tergantung situasi serta syarat yang
dialami konsumen, dalam hal ini terdapat tiga kondisi yang mempengaruhi
persepsi konsumen terhadap biaya yang dikeluarkan, yaitu persepsi
terhadap pajak, persepsiterhadap kewajaran harga dan dampak merek
ekuitas.
Dalam penelitian ini digunakan empat indikator persepsi harga yang sama
dengan penelitian Gusti et al., (2023) yaitu:
a) Keterjangkauan harga
Perusahaan dalam menentukan harga produk harus memperhitungkan
kemampuan konsumennya.
b) Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Harga yang ditetapkan perusahaan harus sesuai dengan kualitas yang
diberikan.
c) Kesesuaian harga dengan manfaatnya
Dalam memutuskan membeli suatu produk konsumen memikirkan dengan
matang apakah harga yang tertera sesuai dengan manfaat yang diberikan
oleh produk tersebut.
d) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga
Apabila perusahaan menetapkan harga produknya terlalu tinggi jika
dibandingkan dengan produk pesaing maka ukuran daya saing yang dimiliki
oleh produk itu akan kecil bahkan tidak ada.