Persepsi kualitas produk menurut Milton, (2023) merupakan gambaran
produk yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai pengguna produk tersebut.
Persepsi kualitas produk juga dapat diartikan sebagai penilaian konsumen terhadap
keunggulan atau superioritas produk secara keseluruhan. Oleh sebab itu persepsi
kualitas didasarkan pada evaluasi subyektif konsumen terhadap kualitas produk
Fitriana, (2020).
Persepsi kualitas produk menurut Kusumadewi, (2023) adalah persepsi
pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa
layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Persepsi kualitas
produk yang ada didalam produk tersebut harus sesuai dengan apa yang diharapkan
konsumen, dimana jika kualitas produk tersebut sesuai dengan yang diharapkan
konsumen maka banyak konsumen yang menginginkan produk tersebut. Persepsi
yang baik mengenai kualitas suatu merek produk sering dijadikan alasan utama
seorang konsumen membeli produk Devita et al., (2021). Persepsi terhadap kualitas
keseluruhan dari suatu produk atau jasa dapat menentukan nilai dari produk atau
jasa tersebut dan berpengaruh secara langsung kepada minat beli konsumen.
Persepsi kualitas yang positif akan mendorong keputusan pembelian dan
menciptakan loyalitas terhadap produk tersebut. Karena persepsi kualitas
merupakan persepsi konsumen maka dapat diramalkan jika persepsi kualitas
konsumen negatif, produk tidak akan disukai dan tidak akan bertahan lama di pasar
Sumual et al., (2023).
Dalam penelitian ini akan menggunakan empat indikator kualitas produk
yang sesuai dari 7 indikator dari penelitian yang dilakukan oleh Kealesitse dan
Kabama (2012) mengungkapkan beberapa indikator kualitas produk, khususnya
yang terkait dengan produk yang berupa makanan:
a) Rasa (taste), terkait dengan rasa dari produk yang disediakan
perusahaan.
b) Kesegaran (freshness), terkait dengan kesegaran produk yang
disediakan oleh perusahaan.
c) Tidak beresiko (not risky), terkait dengan kemampuan produk untuk
tidak membahayakan konsumen.
d) Penampilan (appearance), terkait dengan penampilan produk yang
disediakan perusahaan.
e) Garansi (guarantee), terkait dengan garansi yang diperlihatkan
perusahaan terhadap produk yang disediakan pada konsumen.
f) Masa kadaluwarsa (best before date), terkait dengan masih lama atau
tidaknya masa kadaluwarsa sebuah produk.
g) Kemasan produk (packaging material), terkait dengan daya tarik
kemasan produk yang disediakan perusahaa
