Chernev (2020) mengemukakan beberapa faktor yang membentuk citra merek
sebagai berikut:
- “Kesesuaian ekonomi (economic fit): merujuk pada tingkat kecocokan
antara merek yang ditawarkan dengan harga atau nilai yang diberikan. Hal
ini mencakup bagaimana merek tersebut sejalan dengan harapan konsumen
terkait harga yang mereka bayarkan, serta sejauh mana nilai yang diterima
dianggap sesuai atau pantas dengan biaya yang dikeluarkan. - Kesesuaian simbolik (symbolic fit): yaitu kesesuaian antara manfaat
simbolik yang diperoleh oleh konsumen ketika mereka memilih untuk
memiliki produk dari merek tersebut. Manfaat simbolik ini berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan konsumen dalam meningkatkan prestise, gengsi, atau
rasa harga diri mereka. Selain itu, manfaat tersebut juga berkaitan dengan
identifikasi ego dan kebanggaan yang muncul dari penggunaan merek
tersebut, serta mencerminkan gaya hidup dan berbagai aspek lainnya yang
dianggap penting bagi individu. - Kesesuaian perasaan (sensory fit): yaitu hubungan antara perasaan dan
pengalaman pelanggan dengan situasi saat mereka menggunakan barang
merek tertentu, yang dapat menyebabkan kesan positif terhadap merek
tersebut. - Kesesuaian futuristik (futuristic fit): yaitu kecocokan dengan teknologi,
yang mencakup faktor seperti desain, inovasi, dan keunikan, dan lainnya.
Dibandingkan dengan merek dan kolaborasi merek lainnya, ini dapat
meningkatkan persepsi merek. Dengan kata lain, kesesuaian ini
meningkatkan kesan merek ketika inovasi dan desain sesuai dengan harapan
pelanggan. - Kesesuaian manfaat (Utilitarian fit): yaitu penilaian merek yang
didasarkan pada kecocokan yang ditunjukkan dengan kualitas pabrikan,
material yang digunakan, daya tahan, dan kehandalan produk dengan merek
tersebut.”
