Faktor Pembentuk Brand Image


Chernev (2020) mengemukakan beberapa faktor yang membentuk citra merek
sebagai berikut:

  1. “Kesesuaian ekonomi (economic fit): merujuk pada tingkat kecocokan
    antara merek yang ditawarkan dengan harga atau nilai yang diberikan. Hal
    ini mencakup bagaimana merek tersebut sejalan dengan harapan konsumen
    terkait harga yang mereka bayarkan, serta sejauh mana nilai yang diterima
    dianggap sesuai atau pantas dengan biaya yang dikeluarkan.
  2. Kesesuaian simbolik (symbolic fit): yaitu kesesuaian antara manfaat
    simbolik yang diperoleh oleh konsumen ketika mereka memilih untuk
    memiliki produk dari merek tersebut. Manfaat simbolik ini berfungsi untuk
    memenuhi kebutuhan konsumen dalam meningkatkan prestise, gengsi, atau
    rasa harga diri mereka. Selain itu, manfaat tersebut juga berkaitan dengan
    identifikasi ego dan kebanggaan yang muncul dari penggunaan merek
    tersebut, serta mencerminkan gaya hidup dan berbagai aspek lainnya yang
    dianggap penting bagi individu.
  3. Kesesuaian perasaan (sensory fit): yaitu hubungan antara perasaan dan
    pengalaman pelanggan dengan situasi saat mereka menggunakan barang
    merek tertentu, yang dapat menyebabkan kesan positif terhadap merek
    tersebut.
  4. Kesesuaian futuristik (futuristic fit): yaitu kecocokan dengan teknologi,
    yang mencakup faktor seperti desain, inovasi, dan keunikan, dan lainnya.
    Dibandingkan dengan merek dan kolaborasi merek lainnya, ini dapat
    meningkatkan persepsi merek. Dengan kata lain, kesesuaian ini
    meningkatkan kesan merek ketika inovasi dan desain sesuai dengan harapan
    pelanggan.
  5. Kesesuaian manfaat (Utilitarian fit): yaitu penilaian merek yang
    didasarkan pada kecocokan yang ditunjukkan dengan kualitas pabrikan,
    material yang digunakan, daya tahan, dan kehandalan produk dengan merek
    tersebut.”