Perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis perlu lebih aktif dan
berkomitmen dalam menjaga dan memperkuat citra merek mereka untuk mencapai
kemajuan yang berkelanjutan dalam bisnis. Beberapa dimensi yang mempengaruhi
serta membentuk citra merek meliputi faktor-faktor berikut:
- Identitas Merek
Dimensi dari identitas merek atau brand identity merujuk pada elemenelemen fisik yang terkait dengan merek atau produk yang bersangkutan. Identitas
merek ini memungkinkan konsumen untuk dengan mudah mengenali atau
membedakan merek tersebut dari merek atau produk lainnya. Elemen yang
termasuk dalam identitas merek mencakup berbagai aspek logo, warna, lokasi,
slogan, kemasan, dan elemen visual lainnya yang membantu membentuk kesan dan
pengenalan merek di mata konsumen. - Kepribadian Merek
Dimensi dari brand personality atau personalitas merek merujuk pada
serangkaian ciri khas atau karakteristik yang melekat pada sebuah merek, yang
dapat membentuk kepribadian yang unik, layaknya kepribadian manusia. Dengan
adanya personalitas merek ini, konsumen dapat dengan mudah membedakan merek
tersebut dari merek lain yang berada dalam kategori yang sama atau sejenis. Contoh
dari personalitas merek mencakup karakter-karakter seperti tegas, lucu, kaku,
berwibawa, dinamis, kreatif, inspiratif, dan berbagai sifat lainnya yang membantu
menciptakan identitas yang khas dan membedakan merek tersebut di pasar. - Asosiasi Merek
Dimensi dari asosiasi merek merujuk pada berbagai elemn spesifik atau detail
yang secara konsisten dikaitkan dengan suatu merek. Elemen-elemen spesifik ini
dapat mencakup berbagai aspek, seperti penawaran unik yang diberikan oleh
produk, kegiatan yang dilakukan secara berulang dan konsisten, misalnya melalui
sponsorship atau kegiatan tanggung jawab sosial (CSR), serta berbagai isu atau
masalah yang berkaitan erat dengan merek tersebut. Selain itu, asosiasi merek juga
dapat melibatkan orang, simbol, dan makna tertentu yang sangat kuat dan melekat
pada merek adalah (Kulit putih = Ponds), (Gramedia = buku), dan (Lifebuoy =
Kebersihan), yang menunjukkan bagaimana simbol dan makna tertentu membentuk
persepsi publik terhadap merek tersebut. - Sikap & Perilaku Merek
Dimensi sikap dan perilaku merek mencakup sikap serta cara merek
berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumen, serta bagaimana merek tersebut
menawarkan berbagai keuntungan dan nilai. Kadang-kadang, merek mungkin
menggunakan metode yang baik tetapi juga bisa melakukan pelanggaran etika
dalam komunikasi atau memberikan layanan yang kurang memuaskan. Semua
tindakan ini berpotensi mempengaruhi pandangan publik terhadap sikap dan
perilaku merek tersebut. Sebaliknya, jika sebuah merek menerapkan sikap yang
simpatik, jujur, dan konsisten antara apa yang dijanjikan dengan kenyataan, serta
memberikan pelayanan yang baik dan menunjukkan kepedulian terhadap
lingkungan, maka ini akan menciptakan persepsi positif terhadap merek tersebut.
Oleh karena itu, dimensi sikap dan perilaku merek mencakup berbagai aspek
komunikasi, kegiatan, dan atribut yang terkait dengan merek ketika berhubungan
dengan konsumen, termasuk perilaku dari pegawai dan pemiliknya. - Manfaat & Kompetensi Merek
Dimensi manfaat dan kompetensi merek mencakup berbagai nilai dan
keunggulan khusus yang ditawarkan oleh suatu merek kepada konsumen atau
publik. Nilai dan keunggulan ini berfungsi untuk memberikan manfaat yang
signifikan bagi konsumen, karena mereka dapat memenuhi kebutuhan, keinginan,
aspirasi, atau obsesi konsumen melalui apa yang ditawarkan oleh merek tersebut.
Dalam konteks ini, nilai dan keunggulan dari merek dapat memiliki berbagai sifat,
termasuk fungsional, emosional, simbolik, dan sosial. Sebagai contoh, sebuah
merek produk deterjen dapat memiliki manfaat sebagai berikut:
- Fungsional: Membersihkan pakaian dengan efektif
- Emosional: Meningkatkan rasa percaya diri pemakai pakaian yang telah
dibersihkan - Simbolik: Menjadi simbol bagi masyarakat modern yang mengutamakan
kebersihan - Sosial: Memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk lebih peduli
terhadap kebersihan lingkungan.
Berbagai manfaat, keunggulan, dan kompetensi khusus yang melekat pada
suatu merek tentunya mempengaruhi citra merek tersebut, baik itu berupa produk,
individu, maupun perusahaan secara keseluruhan.
