Faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien


Faktor-Faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien menurut Simamora
(dalam Andriani, 2017) terbagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal:

  1. Faktor internal
    Faktor yang berasal dari dalam diri individu sendiri, diantaranya adalah:
    a. Karakteristik individu, karakteristik individu terdiri dari usia, jenis
    kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan.
    b. Sosial, interaksi seseorang dengan orang lain dapat mempengaruhi
    keputusam dalam memilih pelayanan kesehatan, misalnya melalui
    rekomendasi dari keluarga atau teman dalam menentukan pelayanan
    kesehatan yang berkualitas.
    c. Faktor emosional, Jika seseorang melihat bahwa orang lain merasa puas
    dengan pelayanan yang dipilihnya, maka ia cenderung memiliki
    keyakinan yang sama terhadap pelayanan tersebut.
    d. Kebudayaan, perilaku pasien dipengaruhi oleh keyakinan serta budaya
    yang mereka anut, sehingga tenaga kesehatan perlu memahami peran
    pasien dalam proses pelayanan.
  2. Faktor eksternal
    a. Karakteristik, karakteristik produk yang dimaksud merujuk pada aspek
    fisik dalam pelayanan kesehatan, seperti kebersihan ruang perawatan
    beserta fasilitasnya. Pasien cenderung merasa puas apabila ruang yang
    disediakan oleh penyedia layanan dalam kondisi bersih.
    b. Harga, harga merupakan faktor penting dalam menentukan kepuasan
    pasien, karena umumnya pasien beranggapan bahwa semakin tinggi
    biaya pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi pula kualitas
    pelayanan yang akan mereka terima.
    c. Pelayanan, pelayanan menjadi faktor utama yang mempengaruhi
    kepuasaan pasien. Dalam pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan
    keperawatan, diperlukan kompetensi yang tinggi seta perhatian terhadap
    kebutuhan dan menghargai pasien. Pelayanan yang memberikan kesan
    yang baik akan meningkatkan tingkat kepuasan pasien.
    d. Fasilitas, pelayanan kesehatan perlu memperhatikan ketersediaan sarana
    dan prasarana guna menyediakan fasilitas yang baik bagi pasien. Upaya
    ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan pasien dalam
    menggunakan pelayanan kesehatan yang tersedia.
    e. Suasana, suasana pelayanan kesehatan yang nyaman dan aman akan
    memberikan kesan positif bagi pasien dan pengunjung.
    f. Komunikasi, hubungan antara pasien dan penyedia pelayanan kesehatan
    dapat terjalin dengan baik melalui komunikasi yang efektif. Setiap
    keluhan yang disampaikan pasien harus segera ditanggapi oleh tenaga
    kesehatan agar pasien merasa diperhatikan dan dihargai.