Metode Penetapan Harga


Menurut Tjiptono dalam Octarinie dan Rasjid (2021:291) secara garis besar
metode penetapan harga dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama yaitu
pada halaman selanjutnya.

  1. Metode Penetapan Harga Berbasis Permintaan
    Metode ini lebih menekankan faktor-faktor yang mempengaruhi selera dan
    preferensi pelanggan daripada faktor-faktor seperti biaya, laba dan persaingan.
    Ada tujuh metode penetapan harga yang termasuk dalam metode penetapan
    harga berbasis permintaan, yaitu sebagai berikut:
    a. Skimming Pricing (Peluncuran Harga)
    b. Penetration Pricing (Penetrasi Harga)
    c. Prestige Pricing (Prestisi Harga)
    d. Price Lining (Lapisan Harga)
    e. Odd-Even Pricing (Harga Ganjil-Genap)
    f. Demand-Backward Pricing (Permintaan Mundur Harga)
    g. Product Bundle Pricing (Harga Produk Bundel)
  2. Metode Penetapan Harga Berbasis Biaya
    Penetapan strategi harga ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran
    yang ditamahkan dengan sejumlah biaya tertentu agar dapat menutupi biaya –
    biaya lansung, biaya overhead, dan laba.
    a. Standard Mark-up Pricing (Menaikan Standar Harga)
    b. Cost Plus Percentage of Cost Pricing (Harga Ditambah Persentase Biaya)
    c. Cost Plus Fixed Fee Pricing (Biaya Ditambah Harga Tetap)
    d. Experience Curve Pricing (Pengalaman Harga Melengkung)
  3. Metode Harga Berbasis Laba
    Metode ini berusaha menyeimbangkan pendapatan dan biaya dalam penetapan
    harganya. Upaya ini dapat dilakukan atas dasar target volume laba spesifik atau
    dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap penjualan. Ada tiga metode untuk
    mengetahui penetapan harga yang termasuk dalam penetapan harga berbasis
    laba yaitu:
    a. Target Profit Pricing (Harga Keuntungan yang ditargetkan)
    b. Target Return on Sales Pricing (Target Pengembalian Harga Penjualan)
    c. Target Return on Investment (ROI) Pricing (Target Pengembalian Investasi)
  4. Metode Harga Berbasis Persaingan
    Selain berdasarkan pertimbangan biaya, permintaan atau laba, harga juga dapat
    ditetapkan atas dasar persaingan, yaitu apa yang dilakukan pesaing. Adapun
    empat metode penetapan harga yang termasuk dalam penetapan harga berbasis
    pesaing yang peneliti sajikan yaitu sebagai berikut:
    a. Customary Pricing (Penetapan Harga Lazim)
    b. Above, At, or Below Market Pricing (Diatas atau Dibawah Harga Pasar)
    c. Loss Leader Pricing (Penetapan Kerugian Harga)
    d. Sealed Bid Pricing (Penetapan Harga Tertutup)