Kualitas merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam
setiap proses produksi. Pengertian tradisional tentang konsep kualitas hanya
berfokus pada aktifitas inspeksi untuk mencega lolosnya produk-produk cacat ke
tangan pelanggan.Kegiatan inspeksi dipandang dari perspektif kualitas modern
adalah sia-sia, karena tidak memberikan kontribusi kepada peningkatan kualitas
(quality improvement).
Sedangkan pengendalian kualitas adalah salah satu aktivitas manajemen
untuk mengukur ciri-ciri kualitas produk dan membandingkan dengan spesifikasi
yang ada sehingga dapat diambil tindakan perbaikan yang sesuai apabila ada
perbedaan antara karakteristik yang sebenarnya dengan standar yang telah
ditetapkan (Montgomery, 1993).
