Cost Of Poor Quality (COPQ) adalah sebagai alat untukmengkonversikan
banyaknya kegagalan ke dalam biaya kegagalan kualitas, karena biaya tidak
disinggung dalam nilai sigma maka digambarkan dalambentuk lain. Apabila pada
seluruh proses nilai sigma dan DPMO akan terlihatsama, maka perlu
ditambahkan pembeda, yaitu dengan menggunakan jumlahkerugian dengan
perhitungan satuan uang. Satuan uang merupakan satuanyang mudah dimengerti
dan banyak dijadikan patokan peningkatan kualitastanpa perlu menerapkan Six
Sigma sekalipun. Dengan demikian bahasa uangini dapat menjembatani antara
pihak manajemen dengan lantai produksi.Beberapa perusahaan kelas dunia
menggunakan ukuran biaya kualitassebagai indikator keberhasilan program
peningkatan kualitas Six Sigma secaraterus-menerus, yang dapat dihubungkan
dengan ukuran-ukuran seperti(Garpersz, 2002).
Biaya kualitas total dibandingkan terhadap nilai penjualan (persentasebiaya
kualitas total dibandingkan terhadap nilai penjualan).
Biaya kualitas total dibandingkan keuntungan (persentase biaya kualitastotal
dibandingkan terhadap nilai keuntungan).
Biaya kualitas total dibandingkan terhadap harga pokok penjualan (cost
ofgood sold) (persentase biaya kualitas total dibandingkan terhadap nilaiharga
pokok penjualan).• Biaya kegagalan internal dibandingkan terhadap biaya
produksi total(persentase biaya kegagalan internal terhadap biaya produksi
total).
Biaya kegagalan eksternal dibandingkan terhadap nilai penjualan
bersih(persentase biaya kegagalan eksternal terhadap nilai penjualan bersih).
Biaya penilaian untuk memperoleh material dibandingkan terhadap biayatotal
pembelian material (persentase biaya penilaian untuk memperolehmaterial
terhadap biaya total pembelian material)
