Saat ini kualitas produk menjadi fokus utama dalam suatu bisnis, terutama
dalam era globalisasi yang penuh dengan persaingan ketat. Perlunya pemahaman
yang mendalam tentang kualitas produk menjadi kunci perusahaan untuk dapat
terus bersaing. Meskipun kualitas produk bukanlah konsep baru, perannya terus
berkembang sejalan dengan perubahan pasar dan kebutuhan konsumen. Menurut
Kotler dan Keller (2016), kualitas produk mengacu pada kemampuan suatu produk
dalam menjalankan fungsinya, yang mencakup daya tahan, keandalan, dan
ketepatan secara keseluruhan. Menurut Tjiptono (2015) definisi dari kualitas
merupakan performasi sebagai gambaran langsung dari suatu produk, keandalan,
mudah untuk digunakan, estetika dan sebagainya.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan perusahaan harus terus
meningkatkan kualitas produk atau layanannya karena peningkatan tersebut dapat
meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk atau layanan yang diberikan,
serta memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli kembali produk tersebut.
Semakin bagus sebuah kualitas produk maka akan membuat konsumen tertarik lagi
dengan produk. Indikator yang dipakai untuk melihat kualitas produk, menurut
Banke (2010) dalam Sukoco (2023):
- Persepsi kualitas produk. Ini dianggap sangat penting oleh responden,
menunjukkan jika kualitas produk yang dirasakan adalah indikator utama
dalam penilaian kualitas produk. - Harga sebagai indikator kualitas. Harga dianggap sebagai indikator utama
kualitas. Hal ini menunjukkan persepsi harga dapat memengaruhi penilaian
kualitas produk. - Persepsi terhadap kemasan produk. Kemasan produk dianggap penting dalam
menyampaikan sinyal kualitas kepada konsumen. - Teknik periklanan yang dianggap paling efektif. Teknik periklanan yang
dianggap efektif untuk merek label pribadi juga menjadi indikator dalam
menilai kualitas produk, meskipun secara spesifik tidak dijelaskan detail teknik
periklanannya, hal ini menunjukkan cara produk dipromosikan dapat
memengaruhi persepsi kualitas
