Sedangkan menurut Tjiptono yang dikutip oleh (Sangadji &
Sopiah, 2013) mengemukakan ada enam indikator yang dapat
digunakan untuk mengukur Loyalitas Pelanggan, Adapun enam
indikator tersebut adalah:
1) Pembelian ulang.
Merupakan suatu sikap perilaku pelanggan yang hanya
membeli sebuah produk/jasa secara berulang-ulang tanpa
menyertakan aspek kesukaan didalamnya, sehingga tercipta
loyalitas pelanggan yang merupakan suatu komitmen terhadap
suatu merek atau produk tertentu.
2) Kebiasaan mengkonsumsi merek.
Merupakan pelanggan yang puas dengan merek produk
yang dikonsumsi dan tidak ada alasan yang cukup
menciptakan keinginan untuk membeli merek produk lain atau
berpindah merek, terutama jika peralihan tersebut memerlukan
usaha, biaya maupun pengorbanan lain.
3) Rasa suka yang besar pada merek.
Pelanggan sungguh-sungguh menyukai merek tersebut,
rasa suka ini bisa saja didasari oleh asosiasi yang terkait
dengan symbol, rangkaian pengalaman dalam penggunaan
sebelumnya, baik yang dialami pribadi maupun kerabat, atau
dapat juga disebabkan oleh kesan kualitas yang tinggi, meski
demikian seringkli suatu perasaan yang sulit didefinisikan dan
ditelusuri dengan cermat untuk dikatgorikan dalam suatu yang
spesifik.
4) Ketetapan pada merek.
Meyakini bahwa merek tersebut layak dikonsumsi
sehingga menetapkan penggunaan pada satu merek tersebut.
5) Keyakinan bahwa merek tertentu adalah merek terbaik.
Pelanggan merupakan yang pelanggan yang setia dan
memiliki kebanggaan sebagai pengguna suatu produk merek
dan bahkan merek tersebut menjadi sangat penting bagi
mereka dipandang dari segi fungsi maupun sebagai ekspresi
mengenai siapa sebenarnya mereka.
6) Perekomendasian merek pada orang lain.
Pelanggan yang loyal akan dengan senang hati
memberikan informasi yang positif berkenaan dengan jasa
yang sudah menjadi langganannya sehingga mengajak orang
lain untuk ikut memakainya.
