Pada tahun 1969, Kotler dan Levy pertama kali meresmikan gagasan bahwa
seseorang dapat dijadikan sebuah merek yang dipasarkan dan dikelola. Oleh karena
itu, anggapan bahwa manusia adalah sebuah merek telah diadopsi dalam industri
pemasaran sudah sejak lama. Dalam artikel mereka, Kotler dan Levy membahas
bagaimana konsep pemasaran tradisional dapat diubah dari menjual produk
menjadi pemasaran “manusia, ideologi, dan jasa” (Kotler & Levy, 1969). Dengan
kata lain, Kotler dan Levy percaya bahwa sistem konsep pemasaran tradisional
dapat ditingkatkan dan diimplementasikan ke berbagai hal, termasuk manusia,
maka dari itu seseorang dapat disebut sebagai “produk” dan merek. Konsep ini
kemudian diterima, dievaluasi, dan dipromosikan. Pada dasarnya konsep branding
menggunakan dua gagasan utama :
- Branding berperan sebagai fasilitator untuk menyampaikan informasi
kepada target audiences (Chernatony, 1998). - Branding berperan sebagai faktor pembeda dari yang lain (Roper and Fill,
2012).
Personal branding umumnya menjadi ranah selebriti, politisi, atau
profesional yang berusaha sukses dalam karier mereka. Namun, dengan
berkembangnya media sosial, personal branding dapat dilakukan oleh kalangan
masyarakat biasa. Siapa pun yang memiliki akses internet kini dapat membangun
personal branding dengan apa yang mereka bagikan pada laman media sosial
pribadinya.
Mengelola personal branding dinilai lebih abstrak dan memiliki citra yang
kaya dibanding dengan produk atau jasa. Karena pada dasarnya personal branding
dibangun oleh kata-kata dan tindakan orang tersebut. Menurut Timothy P.O’Brien
mengatakan bahwa personal branding adalah identitas pribadi yang mampu
menciptakan sebuah respon emosional terhadap orang lain mengenai kualitas dan
nilai yang dimiliki oleh orang tersebut (Haroen, 2014:13).
Melalui personal branding, kita dapat mempengaruhi keputusan seseorang
untuk “membeli” maupun mengontrol perilaku seseorang. Keuntungan yang
didapat dari personal branding adalah :
a. Menjadi “top of mind”
b. Meningkatkan wewenang dan kepercayaan dalam keputusan
c. Menempatkan diri dalam peran leadership
d. Meningkatkan prestis
e. Mendapatkan pengakuan
f. Mencapai tujuan.
Personal branding yang dibangun melalui media sosial di era sekarang
merupakan sebuah langkah yang sangat efektif. Hal ini didukung dengan
tersedianya akses internet yang saat ini dapat dinikmati oleh seluruh kalangan
masyaraka
