Berbicara mengenai teori dari personal branding, maka diketahui bahwa ada
banyak sekali teori tersebut. Salah satunya adalah teori personal branding yang
dikemukakan oleh McNally dan Speak (2004:21) menjelaskan bahwa personal
brand merupakan persepsi yang tertanam dan terpelihara di benak orang lain, yang
memiliki tujuan akhir agar publik punya pandangan positif terhadapnya sehingga
dapat berlanjut kepada kepercayaan dan loyalitas.
McNally dan Speak (2011) dalam bukunya Be Your Own Brand
menyatakan bahwa “a strong personal brand is a powerful way for the world to see
and value the authentic you” yang dalam bahasa Indonesia artinya “Personal brand
yang kuat adalah cara yang ampuh bagi dunia untuk mengenal dan menghargai
kamu yang sebenarnya”. Tidak hanya tokoh penting saja, saat ini setiap orang
sangat diperlukan memiliki personal branding nya sendiri, dengan memadukan
syarat komunikasi yang tepat, guna terwujudnya hasil yang optimal dan terciptanya
dasar yang stabil bagi kendala, kredibilitas, dan berkharisma (Rampersad, 2008).
Menurut David McNally dan Karl D. Speak (2002), personal branding yang
kuat terdapat tiga hal mendasar yang menyatu. Berikut tiga karakteristiknya :
- Distinctive (Ciri Khas), yaitu personal brand yang kuat menggambarkan
sesuatu yang sangat spesifik atau khas sehingga berbeda dengan
kebanyakan orang atau selebritis. Namun personal branding tidak hanya
12
sekedar berbeda, tetapi seseorang yang memiliki keyakinan dan
kepercayaan atas nilai-nilai dan ide-ide yang dimiliki. Maka, terbentuk
sebuah keunikan dan ciri khas yang mewakili diri orang tersebut. Dalam hal
ini kekhasan ini dapat direpresentasikan dalam bentuk kualitas konten,
tampilan foto maupun video dalam Instagram, copywriting, serta spesifikasi
akun tersebut. - Relevance (Relevansi), bahwa personal brand yang kuat tidak hanya
memiliki khas tetapi juga memiliki hubungan yang dianggap penting oleh
audiens. Dengan kata lain yang diperjuangkan harus relevan bagi audiens.
Relevansi adalah sesuatu yang dihasilkan dari kepentingan orang lain apa
yang dilakukan untuk mereka dan dengan penilaian mereka tentang
seberapa baik seseorang melakukannya. Relevansi bagian dari proses yang
diawali oleh pertanyaan berikut:
a. Apa yang audiens inginkan?
b. Apa yang audiens perlukan?
c. Apa yang audiens hargai?
d. Apa yang audiens harapkan? - Consistent (Konsisten), artinya hal-hal yang khas dan relevan tadi
dilakukan secara berulang atau direpetisi. Hal ini dikarenakan orang-orang
baru akan percaya pada suatu hubungan berdasarkan pada konsistensi
perilaku yang mereka alami atau amati. Konsistensi adalah ciri khas dari
semua merek yang kuat. Sebagai ‘merek’, seseorang hanya mendapatkan
‘kredit’ (pengakuan, penerimaan, atau pengakuan oleh orang lain) dari apa
yang dilakukan secara konsisten.
