Dalam memasarkan suatu produk atau jasa dalam sebuah perusahaan, diperlukan
suatu pendekatan yang mudah dan fleksibel yang biasa disebut sebagai bauran pemasaran
(marketing mix). Beberapa ahli bauran pemasaran mengemukakan marketing mix sebagai
berikut:
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:75) dalam Yogi Sumirat (2015:22),
“Marketing mix is the set of tactial marketing tools that the firm blend to produce the
response it want in the target market” yang artinya seperangkat alat pemasaran yang
digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan perusahaannya di pasar
sasaran”.
Menurut Sumarmi dan Soeprihanto (2010:274), “Bauran pemasaran adalah
kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran yaitu
produk, harga, promosi, dan distribusi. Dengan kata lain definisi bauran pemasaran adalah
kumpulan dari variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk dapat mempengaruhi
tanggapan konsumen”.
Menurut Vera Clara Simanjuntak (2016:63) menyatakan “Combination or a
mixture consisting of a variety of elements which each support each other and influence
each other to achieve the goal. Type mix among marketing is no longer the 4p, but became
a marketing strategy with the 7 P’s. Marketing strategy with the 7 P’s it, the elements are
product, price, place, promotion, people, physical evidence and process should be in the
form of cooperation”. Yang artinya yaitu Kombinasi atau campuran terdiri dari berbagai
elemen yang masing-masing saling mendukung dan saling mempengaruhi untuk mencapai
tujuan. Jenis campuran antara pemasaran tidak lagi 4p, tetapi menjadi strategi pemasaran
dengan 7 P. Strategi pemasaran dengan 7 P itu, unsur-unsurnya adalah produk, harga,
tempat, promosi, orang, bukti fisik dan proses harus dalam bentuk kerjasama. Selanjutnya
peneliti akan menjelaskan ke 7 P menurut Kotler dan Keller (2012:25) tersebut yaitu
sebagai berikut :
a. Produk (Product)
Product (produk) yaitu suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, agar produk yang dijual mau dibeli, digunakan atau
dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan dari konsumen.
b. Harga (Price)
Harga (Price) yaitu sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat
dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh
pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu
harga yang sama terhadap semua pembeli.
c. Tempat (Place)
Tempat (Place) yaitu sebuah tempat diasosiasikan sebagai saluran distribusi
yang ditujukan untuk mencapai taget konsumen. Sistem distribusi ini mencakup lokasi,
transportasi, pergudangan, dan
sebagainya.
d. Promosi (Promotion),
Promosi artinya aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk
pelanggan membelinya.
e. People (Partisipan)
Yang dimaksud partisipan disini adalah karyawan penyedia jasa layanan
maupun penjualan, atau orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak
langsung dalam proses layanan itu sendiri.
f. Process (Proses)
Proses adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan
kepada konsumen selama melakukan pembelian barang.
g. Physical Evidence (Lingkungan Fisik)
Lingkungan fisik adalah keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk
suasana. Salah satu unsur yang harus didayagunakan oleh organisasi sehingga
menimbulkan rasa nyaman, tentram dan dapat meningkatkan hasil kerja yang baik
untuk meningkatkan kinerja organisasi
