Izzudin & Novandari (2018) mengatakan bahwa persepsi kualitas
merupakan sebuah persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau
keunggulan dari suatu produk atau layanan dibandingkan dengan alternatif lain
serta berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai. Persepsi kualitas mengacu pada
suatu bentuk penilaian oleh pelanggan dengan mempertimbangkan keunggulan
produk atau layanan yang diberikan (Salim & Rodhiah, 2021). Persepsi kualitas
mencerminkan kesan atau penilaian pelanggan tentang karakteristik pada suatu
produk atau layanan berdasarkan pengalaman dan preferensinya pada saat
menggunakan merek. Ranjbarian et al. (2012) mengatakan bahwa persepsi kualitas
mengacu pada penilaian pelanggan secara keseluruhan terhadap standar proses
dalam menerima suatu layanan.
Persepsi kualitas mencakup keyakinan atau penilaian pelanggan tentang
keunggulan suatu layanan daripada merek lainnya, kualitas keseluruhan layanan
yang diberikan oleh suatu merek sangat baik, penilaian pada fitur dari suatu layanan
mampu mengesankan pelanggan, dan persepsi pelanggan terkait kualitas dari suatu
layanan tersebut berstandar tinggi. Sementara itu, persepsi kualitas merupakan
evaluasi pelanggan terhadap suatu merek berdasarkan pada harapannya (Lie et al.,
2019). Dalam hal ini, evaluasi tidak berkaitan dengan pada atribut dari suatu
layanan, tetapi lebih didasarkan pada perasaan atau pengalaman subjektif oleh
pelanggan. Dapat dikatakan bahwa persepsi kualitas sebagai bentuk tanggapan dari
pelanggan sesuai dengan apa yang dirasakan ketika menggunakan suatu merek.
Penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pada produk atau layanannya
secara konsisten dan memahami kebutuhan pelanggannya agar menciptakan
persepsi kualitas yang baik dari pelanggan
