Manajemen sumber daya manusia merupakan ilmu dan seni yang mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya
tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat (Handoko, 2017). Oleh sebab itu,
manajemen sumber daya manusia merupakan faktor yang paling penting untuk
diperhatikan oleh pihak perusahaan. Apabila hal tersebut tidak mampu untuk dilakukan
dengan baik, akan membuat perusahaan mengalami kendala dalam mencapai tujuan
perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan bidang strategis dari
organisasi. Manajemen sumber daya manusia harus dipandang sebagai perluasan dari
pandangan tradisional untuk mengelola orang secara efektif dan untuk itu
membutuhkan pengetahuan tentang perilaku manusia dan kemampuan mengelolanya.
Bermacam-macam pendapat tentang pengertian manajemen sumber daya manusia,
antara lain adanya yang menciptakan human resources, ada yang mengartikan sebagai
manpower management serta ada yang menyetarakan dengan pengertian sumber daya
manusia dengan personal (personalia, kepegawaian, dan sebagainya). Akan tetapi, pada
manajemen sumber daya manusia yang mungkin tepat adalah human resources
management (manajemen sumber daya manusia).
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah Mengelola Sumber Daya Manusia.
Dessler (1997) dalam Sutrisno (2017). manajemen sumber daya manusia dapat
didefinisikan sebagai suatu kebijakan atau praktik yang dibutuhkan seseorang yang
menjalankan aspek “orang” atau sumber daya manusia dari posisi seorang manajemen,
meliputi perekrutan, penyaringan, pelatihan, pengimbalan, dan penilaian. Sementara
itu Schuler, et al. (1992) dalam Sutrisno (2017). Sumber Daya Manusia (MSDM),
merupakan pengakuan tentang pentingnya tenaga kerja organisasi sebagai sumber daya
manusia yang sangat penting dalam memberi kontribusi bagi tujuan-tujuan organisasi,
dan menggunakan beberapa fungsi dan kegiatan untuk memastikan bahwa SDM
tersebut digunakan secara efektif dan adil bagi kepentingan individu, organisasi, dan
masyarakat.
Fokus MSDM terletak pada upaya mengelola SDM di dalam dinamika interaksi
antara organisasi-pekerja yang sering kali memiliki kepentingan berbeda. Menurut
Stoner (1995) dalam Sutrisno (2017), MSDM meliputi penggunaan SDM secara
produktif dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi dan pemuasan kebutuhan pekerja
secara individual. Jadi, MSDM dapat juga merupakan kegiatan perencanaan,
pengadaan, pengembangan, pemeliharaan, serta penggunaan SDM untuk mencapai
tujuan baik secara individu maupun organisasi. Mondy dan Noe dalam Marwansyah
(2016), mendefinisikan Manajemen Sumber Daya Manusia (human resource
management) sebagai pendayagunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan-
tujuan organisasi.
Sumber daya manusia menjadi satu-satunya sumber daya yang ada pada suatu
perusahaan yang memiliki keinginan, akal perasaan, pengetahuan, dorongan,
keterampilan, daya dan karya (Sutrisno, 2016). Agar bisnis dapat tumbuh dengan baik,
manajemen manusia yang baik adalah salah satu alasannya
