Menurut Robbins (2003) terdapat tiga jenis trust dalam hubungan
organizational, diantaranya :
a. Deterrence-Based Trust
Deterrence-based trust merupakan salah satu jenis trust yang paling
mudah hilang. Hanya dengan sekali melakukan kesalahan atau tidak
konsisten, dapat menghilangkan trust yang dimiliki. Trust jenis ini
didasarkan pada rasa takut akan hukuman dan konsekuensi yang akan
timbul apabila trust tersebut tidak dijalankan dengan baik. Setiap
hubungan sosial biasanya akan diawali dengan deterrence-based trust.
b. Knowledge-Based Trust
Kebanyakan trust yang dimiliki dalam hubungan organizational adalah
knowledge-based trust, yaitu salah satu jenis trust yang didasarkan pada
pengalaman interaksi di masa lalu. Knowledge-based trust muncul
dengan didasarkan pada informasi yang cukup dan akurat tentang
seseorang sehingga mampu untuk melakukan prediksi terhadap
seseorang tersebut, dan trust ini akan berkembang seiring dengan
berjalannya waktu. Trust jenis ini tidak akan rusak karena suatu perilaku
yang tidak konsisten. Hal ini bisa terjadi apabila mampu memberikan
argumentasi yang masuk akal terkait kesalahan yang di perbuatnya
tersebut. Sehingga, kedua belah pihak akan memiliki suatu hubungan
yang baik kembali seperti semula.
c. Identification-Based Trust
Trust jenis merupakan trust level tertinggi yang ditandai dengan adanya
ikatan emosional antara kedua belah pihak. Pihak yang satu dapat
mewakili pihak yang lain dalam hubungan transaksi yang bersifat
interpersonal. Trust jenis ini muncul karena kedua belah pihak saling
mengerti, memahami, dan menghargai kebutuhan serta keinginan
masing-masing. Kontrol dalam hubungan seperti ini sangat minimal,
karena kontrol dianggap sebagai keraguan terhadap rasa kesetiaan salah
satu pihak
