Menurut Busch dan Hantusch (dalam Purnomo, 2007) terdapat beberapa
hambatan dalam trust-building process yang bisa ditemukan dalam
organisasi:
a. Interaksi masa lalu. Pengalaman interaksi yang buruk pada masa lalu
akan menyebabkan kedua belah pihak saling berprasangka dan
berpikir bahwa pihak lain tersebut tidak bisa dipercaya sepenuhnya.
b. Kategorisasi Sosial (Social Categorization). Individu akan cenderung
untuk mengkategorikan orang lain apabila dia tidak memiliki informasi
yang cukup tentang orang tersebut. Kategorisasi tersebut bisa
berdasarkan jenis kelamin, ras, profesi, jabatan, dan sebagainya.
Kategorisasi ini dibuat untuk menyederhanakan proses membuat
keputusan. Dalam kehidupan berorganisasi, seseorang cenderung
untuk mengkategorikan orang lain berdasarkan pada kategori tertentu,
seperti kategori ini merupakan anggota dari buruh, staf, manager,
kontraktor, dan sebagainya. Sebagai konsekuensinya, mereka akan
menilai anggota outgroup sebagai orang yang kurang bisa dipercaya,
tidak terbuka, dan tidak jujur.
c. Generalisasi dan Model Peran. Individu cenderung untuk
menggeneralisasi perbuatan seseorang dengan perbuatan keseluruhan
anggota kelompoknya. Misalnya, apabila seorang karyawan berlaku
tidak jujur terhadap atasannya, maka atasannya akan menilai semua
karyawan tidak jujur. Demikian juga dengan model peran, apabila
kelakuan seorang atasan buruk, maka semua bawahannya akan dinilai
berkelakuan buruk juga, karena meniru perilaku atasannya
