Teori Legitimasi


Legitimasi merupakan keadaan psikologis keberpihakan orang dan
kelompok orang yang sangat peka terhadap gejala lingkungan sekitarnya baik fisik
maupun non-fisik (Hadi, 2011, hal. 87).
Legitimasi merupakan sistem pengelolaan perusahaan yang berorientasi
pada keberpihakan terhadap masyarakat (society), pemerintah, individu dan
kelompok masyarakat. Untuk itu, sebagai suatu sistem yang mengedepankan
keberpihakan kepada society, operasi perusahaan harus kongruen dengan harapan
masyarakat (Hadi, 2011, hal. 88). Apabila kinerja perusahaan tidak berubah tetapi
harapan masyarakat terhadap perusahaan telah berubah, situasi tersebut disebut
dengan legitimacy gap. (Hadi, 2011, hal. 90 ) menyatakan bahwa tingginya
senjangan legitimasi sebagai akibat ketidaksesuaian antara aktivitas operasi
perusahaan terhadap ekspektasi masyarakat, memunculkan tekanan dari
stakeholders. Untuk mengatasi keadaan tersebut yang perlu dilakukan perusahaan
dalam rangka mengelola legitimasi agar efektif yaitu dengan cara : melakukan
indentifikasi dan komunikasi/ dialog dengan publik, melakukan komunikasi dialog
tentang masalah nilai sosial kemasyarakatan dan lingkungan, serta membangun
persepsinya tentang perusahaan, melakukan strategi legitimasi dan pengungkapan
terutama terkait masalah tanggung jawab sosial (Hadi, 2011, hal. 92).
Perusahaan yang merasa keberadaan dan aktivitasnya akan mendapat status
dari masyarakat atau lingkungan jika perusahaan melakukan pengungkapan sosial,
sehingga perusahaan tersebut beroperasi atau dapat dikatakan terlegitimasi
(Adhima, 2013). Perusahaan yang sudah dikatakan terlegitimasi maka citra atau
nama baik perusahaan akan menjadi naik, membuat kepercayaan stakeholders
semakin bertambah. Legitimasi dapat dijadikan wahana untuk mengontruksikan
diri ditengah lingkungan masyarakat yang semakin maju (Hadi, 2011, hal. 87).
Selain itu legitimasi juga dapat menjadikan omset penjualan naik karena
perusahaan yang terlegitimasi dianggap para pelanggan atau pembeli mempunyai
daya tarik yang kuat sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan