Return on Asset (ROA)


Menurut Kasmir (2016:201) ROA digunakan untuk menunjukkan
kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang
dimiliki. Return On Asset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. Return On Asset (ROA) merupakan
rasio yang terpenting di antara rasio profitabilitas yang ada. Return On Asset (ROA)
atau yang sering disebut juga Return On Investment (ROI) diperoleh dengan cara
membandingkan laba bersih setelah pajak terhadap total aktiva (Horne et.al,1997)
Secara matematis ROA dapat dirumuskan sebagai berikut:
ROA: πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž
π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž
ROA merupakan rasio pengukuran profitabilitas yang sering digunakan
oleh manajer keuangan untuk mengukur efektifitas keseluruhan dalam
menghasilkan laba dengan aktiva yang tersedia (Horne et.al, 1997). Berdasarkan
hal ini, maka faktor yang mempengaruhi profitabilitas adalah laba bersih setelah
pajak, penjualan bersih dan total aset.