Pengertian Profitabilitas


Telah kita ketahui bahwa tujuan utama yang diharapkan oleh suatu perusahaan
dalam kegiatan usahanya adalah menghasilkan laba secara optimal dengan
menggunakan sumber daya secara efektif dan efisiensi untuk kelangsungan hidup
perusahaan. Tujuan inilah yang selama bertahun-tahun menjadi doktrin di sekolahsekolah bisnis, bahwa tujuan satu-satunya perusahaan adalah mencapai laba
semaksimal mungkin.
Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen
suatu perusahaan. Hal ini ditujukan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan
pendapatan investasi. Pada dasarnya penggunaan rasio ini menunjukkan tingkat
efisiensi perusahaan (Kasmir 2017:196). Rasio profitabiltas merupakan rasio untuk
mengukur seberapa jauh kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari
penjualannya, dari aset-aset yang dimilikinya, atau dari ekuitas yang dimilikinya
(Husnan dan Pudjiastuti, 2015:76).
Pengukuran rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara
berbagai komponen yang ada di dalam laporan laba rugi dan/atau neraca. Pengukuran
dapat dilakukan untuk beberapa periode. Tujuannya adalah untuk memonitor dan
mengevaluasi tingkat perkembangan profitabilitas perusahaan dari waktu ke waktu.
Rasio-rasio yang digunakan dalam mengukur profitabilitas adalah sebagai berikut :
A. Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin)
NPM adalah besarnya laba bersih perusahaan dibandingkan dengan penjualannya
(Brigham dan Houston, 2013:107). Semakin tinggi NPM, semakin baik operasi
suatu perusahaan. Secara matematis NPM dapat dirumuskan sebagai berikut:
NPM = Laba Bersih Setelah Pajak
Total Penjualan
B. Return on Equity (ROE)
Menurut Kasmir (2016:204) ROE adalah rasio untuk mengukur laba bersih
sesudah pajak dengan modal sendiri. Secara matematis ROE dapat dirumuskan
sebagai berikut:
ROE = Laba Bersih Setelah Pajak
Modal
C. Return on Investment (ROI)
ROI merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang
digunakan dalam perusahaan (Kasmir, 2016:137). Secara matematis ROI dapat
dirumuskan sebagai berikut:
ROI = Laba Bersih Setelah Pajak
Total Aset
D. Return on Assets (ROA)
ROA digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dengan menggunakan total asset yang dimiliki (Kasmir,
2016:201). Secara matematis ROA dapat dirumuskan sebagai berikut:
ROA = Laba Bersih Setelah Pajak
Total Aset