Menurut Sudana (2015) dalam usaha untuk meningkatkan nilai perusahaan,
terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya sebagai berikut:
- Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Perusahaan yang
berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan
kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan hingga mencapai
maksimum (laba merupakan tolak ukur untuk keberhasilan). - Kemampuan perusahaan dalam mengelola utang. Semakin besar rasio utang
maka semakin tinggi juga nilai perusahaan. Namun demikian tidak berarti
perusahaan dapat secara bebas menggunakan utang sebanyak-banyaknya,
tanpa mempedulikan terjadinya kesulitan keuangan atau bahkan kebangkrutan
perusahaan yang dapat timbul karena penggunaan utang yang berlebih. - Tata kelola perusahaan, Pengelolaan perusahaan juga mempengaruhi nilai
perusahaan. - Setiap aktiva keuangan, termasuk saham perusahaan, hanya akan bernilai jika
aktiva itu menghasilkan arus kas. - Investor secara umum menghindari resiko, jadi mereka akan bersedia
membayar lebih saham arus kasnya yang relatif pasti, dibandingkan saham
yang arus kasnya beresiko. - Masalah penetapan waktu arus kas. Kas yang diterima lebih cepat maka lebih
baik, karena kas tersebut dapat diinvestasikan kembali untuk menghasilkan
tambahan penghasilan.
Karena faktor-faktor inilah manajer akan dapat meningkatkan nilai perusahaan
