Faktor yang Dipengaruhi Green Recruitment and Selection


Faktor-faktor yang dapat dipengaruhi oleh Green Recruitment and Selection
menurut ahli:

  1. Kinerja Lingkungan Organisasi
    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Aguinis dan Glavas (2019), Green
    Recruitment and Selection dapat mempengaruhi kinerja lingkungan
    organisasi. Hal ini karena calon karyawan yang terpilih dengan seleksi yang
    berkelanjutan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan
    untuk membantu organisasi mencapai tujuan lingkungan yang lebih baik.
  2. Inovasi dan Kreativitas
    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Renwick, Redman, dan Maguire
    (2013), Green Recruitment and Selection dapat mempengaruhi inovasi dan
    kreativitas dalam organisasi. Hal ini karena calon karyawan yang terpilih
    dengan seleksi yang berkelanjutan dapat membawa perspektif dan ide yang
    baru terkait dengan lingkungan dan memberikan solusi yang inovatif terhadap
    tantangan lingkungan yang dihadapi organisasi.
  3. Reputasi Perusahaan
    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Turker dan Selcuk (2009), Green
    Recruitment and Selection dapat mempengaruhi reputasi perusahaan dalam
    hal lingkungan. Hal ini karena seleksi yang berkelanjutan dapat menunjukkan
    komitmen organisasi terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, dan hal ini
    dapat meningkatkan citra dan reputasi organisasi di mata karyawan dan
    masyarakat.
  4. Produktivitas Karyawan
    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Bocken, Ritala, dan Huizingh (2018),
    Green Recruitment and Selection dapat mempengaruhi produktivitas
    karyawan. Hal ini karena karyawan yang berkomitmen pada praktik bisnis
    yang berkelanjutan lebih mungkin untuk merasa termotivasi dan terlibat
    dalam pekerjaan mereka, yang dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja
    mereka.
  5. Kepuasan Karyawan
    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Van Buren III, Greenwood, dan
    Sheehan (2015), Green Recruitment and Selectiondapat mempengaruhi
    kepuasan karyawan. Hal ini karena karyawan yang berkomitmen pada praktik
    bisnis yang berkelanjutan cenderung merasa lebih puas dengan pekerjaan
    mereka, karena mereka merasa bahwa pekerjaan mereka memiliki dampak
    positif pada lingkungan dan masyarakat