Menurut Stum (1998) dalam Adolfina (2014) terdapat beberapa
faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi, yaitu :
- Budaya keterbukaan
Perusahaan yang memiliki budaya keterbukaan di
dalamnya maka akan menimbulkan rasa percaya karyawan
terhadap organisasi, jika sudah terbentuk rasa kepercayaan
dalam diri karyawan maka akan meningkatkan komitmen
organisasi. - Kepuasan kerja
Jika rasa puas dalam diri karyawan sudah terpenuhi
serta meningkat maka komitmen yang akan diberikan
karyawan terhadap perusahaan juga akan meningkat. - Kesempatan untuk berkembang
Jika perusahaan memberikan karyawan kesempatan
untuk mengembangkan dirinya, secara tidak langsung
komitmen yang sudah ada dalam diri karyawan akan
semakin tinggi sekaligus enggan untuk meninggalkan
organisasi karena di dalam perusahaan tersebut karyawan
dapat mengembangkan dirinya agar memiliki kualitas yang
baik dalam bekerja. - Arah organisasi
Sudah seharusnya organisasi memiliki arah yang jelas
untuk kedepannya, sehingga karyawan yang bekerja di
dalam organisasi akan percaya dengan organisasi.
Sebaliknya, jika organisasi tidak memiliki arah yang jelas
maka karyawan tidak memiliki rasa percaya terhadap
perusahaan, sehingga komitmen yang dimiliki karyawan
akan menurun. - Penghargaan kerja yang sesuai dengan kebutuhan
Karyawan yang telah bekerja secara maksimal dan
memberikan hasil yang baik untuk organisasi akan
mendapat penghargaan yang diberikan oleh organisasi. Jika
penghargaan tersebut diberikan sesuai dengan kebutuhan
karyawan maka akan membuat ia senang dalam bekerja
serta merasa dihargai oleh perusahaan, sekaligus komitmen
yang dimiliki karyawan akan meningkat
