Meyer & Allen (dalam Farla et al., 2019) menjelaskan terdapat tiga dimensi
organisasional commitment:
- Komitmen afektif muncul ketika seorang pekerja merasakan ikatan
emosional yang kuat dan keinginan untuk terus menjadi anggota organisasi.
Ini memperlihatkan bahwasanya karyawan memilih untuk bertahan di
organisasi karena mereka merasa nilai dan tujuan organisasi tepat pada diri
mereka sendiri. Tingkat keterlibatan individu dalam organisasi sering
dijadikan sebagai indikator komitmen afektif. - Komitmen kontinuan berkaitan dengan loyalitas karyawan terhadap
organisasi yang didasari oleh pertimbangan kerugian jika meninggalkan
organisasi. Karyawan yang berkomitmen kontinuan yang tinggi cenderung
berkeinginan kuat agar tetap menjadi bagian dari organisasi, karena mereka
merasa akan mengalami kerugian signifikan jika memutuskan untuk keluar. - Komitmen normatif bersumber dari nilai dan tujuan internal karyawan.
Kesadaran akan pentingnya komitmen terhadap organisasi menjadi
pendorong utama bagi karyawan untuk bertahan. Komitmen ini menyatakan
perasaan kewajiban moral agar selalu bekerja dalam organisasi. Karyawan
dengan komitmen normatif yang kuat merasa bertanggung jawab terhadap
organisasi merujuk dari norma dan nilai yang mereka anut, bukan semata-
mata karena keuntungan pribadi
