Menurut Robbins & Judge (2016) terdapat dampak yang
ditimbulkan oleh kepuasan kerja, yaitu :
- Kinerja pekerjaan
Seorang karyawan yang bahagia dalam melakukan
pekerjaannya biasanya dapat bekerja secara produktif, hal
tersebut dipengaruhi oleh kepuasan yang dialami oleh
karyawan. Jika karyawan memiliki kepuasan kerja yang
tinggi, akan berpengaruh pada kinerja yang dimiliki oleh
karyawan. - Organizational citizenship behavior (OCB)
Kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap
Organizational citizenship behavior, karyawan yang
memiliki kepuasan dalam dirinya biasanya akan berbicara
hal yang positif tentang organisasinya, membantu rekan
kerja, dan melaksankan pekerjaan dengan baik. Salah satu
alasan yang dimiliki oleh karyawan adalah kepercayaan,
jika seorang karyawan merasa dibantu oleh rekan kerjanya
maka ia akan terlibat dalam peilaku yang membantu juga.
Jadi, karyawan yang mendapatkan hal positif dari rekan
kerjanya biasanya cenderung melanjutkan kegiatan
Organizational citizenship behavior mereka. - Kepuasan pelanggan
Karyawan yang bekerja di garis terdepan harus dapat
memberikan pelayanan yang optimal kepada konsumen
sehingga mewujudkan kepuasan pelanggan yang tinggi.
Maka dari itu, karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang
tinggi dapat mempengaruhi kinerja karyawan dan
menimbulkan efek terhadap kepuasan pelanggan. - Kepuasan hidup
Pekerjaan adalah salah satu bagian terpenting dalam
hidup karyawan, sehingga jika pekerjaan menimbulkan rasa
senang dan puas maka secara tidak langsung akan
mempengaruhi kepuasan hidup karyawan.
Menurut Sutrisno (2010), terdapat dampak yang ditimbulkan
oleh kepuasan kerja, yaitu : - Dampak terhadap produktivitas
Jika seorang karyawan tidak mencerminkan nilai dalam
intrinsik (suatu perasaan dalam mencapai sesuatu) dan
ekstrinsik (gaji) yang berkaitan dengan prestasi kerja maka
tidak akan terjadi korelasi antara prestasi kerja dengan
kepuasan kerja yang dimiliki karyawan. - Dampak terhadap ketidakhadiran dan keluarnya tenaga kerja
Jika karyawan memilih untuk tidak hadir saat bekerja
itu lebih baik karena masih ada rasa puas dalam diri
karyawan walaupun hanya sedikit, akan tetapi jika
karyawan memilih untuk keluar dari organisasi maka tingkat
kepuasan di dalam diri karyawan cenderung rendah. Banyak
hal yang menandakan bahwa kepuasan kerja dalam diri
karyawan rendah selain meninggalkan pekerjaan, karyawan
akan sering datang terlambat, menghindari sebagian
tanggung jawabnya di dalam organisasi. - Dampak terhadap kesehatan
Tingkat kepuasan kerja karyawan memiliki hubungan
yang saling berkaitan dengan kesehatan karyawan,
walaupun hubungan penyebab kedua hal tersebut masih
belum jelas. Jika seorang karyawan memiliki mental
kesehatan yang baik maka kepuasan kerja juga akan baik,
sebaliknya jika kesehatan karyawan menurun, maka akan
berdampak buruk pada kepuasan kerja yang ada dalam diri
karyawan
