Mengukur Kepuasan Masyarakat


Terdapat empat metode untuk mengukur kepuasan masyarakat yang dikemukakan
oleh Tjiptono (2014:369-370), yaitu :

  1. Sistem Keluhan dan Saran
    Industri yang berwawasan pelanggan akan menyediakan formulir bagi
    pelanggan untuk melaporkan kesukaan dan keluhannya. Selain itu dapat
    berupa kotak saran dan telepon pengaduan bagi pelanggan. Alur informasi ini
    memberikan banyak gagasan baik dan industri dapat bergerak lebih cepat
    untuk menyelesaikan masalah.
  2. Survei Kepuasan Pelanggan
    Industri tidak dapat menggunakan tingkat keluhan sebagai ukuran kepuasan
    pelanggan. Industri yang responsive mengukur kepuasan pelanggan dengan
    mengadakan survei berkala, yaitu dengan mengirimkan daftar pertanyaan atau
    menelpon secara acak dari pelanggan untuk mengetahui perasaan mereka
    terhadap berbagai kinerja industri. Selain itu ditanyakan tentang kinerja
    industri saingannya.
  3. Ghost Shopping (Pelanggan Bayangan)
    Pelanggan bayangan adalah menyuruh orang berpura-pura menjadi pelanggan
    dan melaporkan titik-titik kuat maupn titik-titik lemah yang dialami waktu
    membeli produk dari industri sendiri maupun industri saingannya. Selain itu
    pelanggan bayangan melaporkan apakah wiraniaga tersebut menanganinya
    dengan baik atau tidak.
  4. Analisis Pelanggan yang Beralih
    Industri dapat menghubungi pelanggan yang tidak membeli lagi atau berganti
    pemasok untuk mengetahui penyebabnya (apakah harganya tinggi, pelayanan
    kurang baik, produknya kurang dapat diandalkan dan seterusnya, sehingga
    dapat diketahui tingkat kehilangan pelanggan)