Menurut Maslow dalam Setiadi (2015:39) tingkat kebutuhan yang paling
rendah ialah kebutuhan fisiologis dan tingkat yang tertinggi ialah kebutuhan akan
perwujudan diri (self-astualization needs). Kebutuhan tersebut didefinisikan
sebagai berikut:
- Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs), merupakan kebutuhan
mempertahankan hidup dan bukti yang nyata akan tampak dalam
pemenuhannya atas sandang, pangan dan papan. Dan konsumen membeli
suatu produk agar dapat memenuhi kebutuhan. - Kebutuhan Keselamatan dan Keamanan (Safety and Security Needs), dapat
terlihat pada kebutuhan akan kebebasan dari ancaman, yakni aman dari
ancaman kejadian atau lingkungan. Seperti konsumen membeli suatu
produk karena produk tersebut dapat menghadirkan rasa aman baginya.
Misalnya dalam hal pembelian ponsel, ponsel dapat mempermudah
konsumen saat dalam waktu genting atau keadaan darurat. - Kebutuhan Sosial (Social Needs), merupakan kebutuhan yang paling
penting untuk diperhatikan segera setelah kebutuhan rasa aman dan
kebutuhan psikologis sudah terpenuhi. Seperti produk yang digunakan
konsumen dapat membantu ataupun meningkatkan kebutuhan sosialnya. - Kebutuhan Harga Diri (Esteem Needs), lebih bersifat egoistik dan berkaitan
erat dengan status seseorang. Semakin tinggi status seseorang maka akan
semakin tinggi pula kebutuhannya akan suatu pengakuan, penghormatan,
prestise dan lain-lain. Seperti produk yang digunakan dapat
menggambarkan citra diri konsumen. - Kebutuhan Perwujudan Diri (Self-Actualization Needs), merupakan
kebutuhan tertinggi. Yaitu kebutuhan untuk memenuhi diri sendiri dengan
memaksimumkan penggunaan kemampuan, keahlian dan potensi. Motivasi
yang ada pada diri konsumen akan mewujudkan suatu tingkah laku yang
diarahkan pada tujuan yang mencapai sasaran kepuasan. Dengan kata lain,
produk yang digunakan konsumen dapat menjadi alat dalam aktualisasi diri.
