Menurut Berman dan Evans (2014:455), elemen-elemen store
atmosphere meliputi:
- Exterior (Bagian luar toko)
Komponen dalam exterior ini memiliki peranan sangat penting untuk
menarik perhatian orang yang lewat dan dan mendorong mereka untuk masuk
ke dalam toko. Store front design atau desain luar toko harus dapat tampak
jelas, mudah dikenali dan mudah diingat. Desain luar toko harus dengan jelas
mengidentifikasikan nama dan gambaran umum tentang toko tersebut serta
memberi petunjuk mengenai barang yang tersedia didalamnya. Karakteristik
exterior mempunyai pegaruh yang kuat terhadap citra toko. Exterior
memberikan kesan pertama terhadap toko, karena bagian ini adalah yang
dilihat pertama oleh pengunjung. Exterior ini meliputi bagian depan toko,
papan nama dan logo, pintu masuk, tampilan jendela, tinggi dan ukuran
bangunan, keunikan, dan tempat parkir. - General Interior (Bagian dalam toko)
Saat berada didalam toko, maka banyak elemen-elemen yang
mempengaruhi persepsi mereka. Lampu yang terang dapat memberikan
kontribusi terhadap atmosphere yang berbedadari pada penerangan dengan
lampu yang remang. Suara dan aroma dapat mempengaruhi perasaan
konsumen. Konsumen juga dipengaruhi temperatur udara di dalam toko,
kurangnya kesejukan udara dapat mempercepat keberadaan konsumen di
dalam toko. General interior didalam toko menjadi salah satu kunci
keberhasilan dari keseluruhan store atmosphere. Elemen-elemen general
interior terdiri dari lantai, warna dan pencahayaan, aroma dan musik,
penempatan, suhu udara, pramusaji, kebersihan dan harga. - Store Layout (Tata letak toko)
Dalam poin ini, store layout meliputi penataan penempatan ruang untuk
mengisi luas lantai yang tersedia, mengklasifikasikan produk yang akan
ditawarkan, pengaturan lalu lintas didalam toko, pengaturan lebar ruang yang
dibutuhkan, pemetaan ruang toko dan menyusun produk yang ditawarkan
secara individu. Store layout yang baik akan mampu mengundang konsumen
untuk lebih betah berkeliling didalam toko. Elemen-elemen yang store layout
terdiri dari ruang penjualan, gudang, ruang pegawai, ruang pelanggan,
pengelompokan barang, dan pola arus lalu lintas. - Interior Point of Purchase (POP) Display
Desain interior dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu finishing yang
digunakan untuk seluruh permukaan (baik untuk lantai, dinding maupun
plafon) dan bentuk arsitektur di dalam toko itu sendiri. Banyak sekali hal
kecil yang harus dibutuhkan untuk menciptakan image bagi sebuah toko dan
diperlukan pemilihan bahan-bahan material yang mendukung untuk
terciptanya image tersebut. Sebagai contoh, pemilihan lantai yang polos yang
tidak dicat akan menimbulkan kesan biasa dan murah, atau pemakaian batu
marmer yang akan menimbulkan kesan mewah. Untuk diding juga
mempunyai banyak pilihan mulai dari mencat didning tersebut, melapisi
dinding dengan wallpaper. Tujuan utama dari interior display adalah untuk
meningkatkan penjualan. Interior POP display terdiri dari tema khusus dan
dekorasi ruangan.
