Indikator Keputusan Pembelian


Tjiptono (2012:184) menjelaskan bahwa terdapat enam indikator dalam
keputusan pembelian konsumen yaitu sebagai berikut:

  1. Pemilihan produk
    Konsumen memiliki keputusan untuk melakukan pembelian produk
    atau menghabiskan uangnya untuk tujuan tertentu. Sehingga dalam hal ini,
    penjual perlu memfokuskan perhatiannya ke calon pembeli yang berminat
    unuk melakukan pembelian produk juga alternatif pertimbangan yang sudah
    ada. Contoh: kebutuhan terhadap produk tertentu, adanya keragaman variasi
    produk dan kualitas produk.
  2. Pemilihan merek
    Konsumen perlu mengambil keputusan kepada merek yang akan mereka
    beli. Setiap merek mempunyai ciri khas tersendiri dari merek lainnya.
    Sehingga dalam hal ini penjual perlu mengetahui bagaimana konsumen
    akan memilih sebuah produk. Contoh: kepercayaan dan kepopuleran merek.
  3. Pemilihan penyalur
    Konsumen perlu mengambil keputusan penyalur mana yang akan
    dipilih. Setiap konsumen memiliki pertimbangan yang berbeda untuk
    memilih penyalur, hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor seperti, lokasi
    yang tidak jauh dari tempat konsumen, harga murah, persediaan barang
    yang cukup dan lainnya. Contoh: kemudahan untuk mendapatkan produk
    dan persediaan produk yang memadai.
  4. Waktu pembelian
    Keputusan konsumen memilih waktu untuk melakukan pembelian bisa
    berbeda-beda. Contohnya ada konsumen yang melakukan pembelian tiap
    sebulan sekali atau dua bulan sekali.
  5. Jumlah pembelian
    Konsumen bisa memberikan keputusan pembelian tentang seberapa
    banyak produk yang akan dibeli pada waktu tertentu. Pembelian yang
    dilakukan bisa jadi lebih dari satu produk. Sehingga dalam hal ini penjual
    perlu mempersiapkan stok produk sesuai permintaan yang berbeda dari tiap
    pembeli. Contoh: kebutuhan akan produk