Produk menjadi bagian vital pada suatu perusahaan untuk tetap beroperasi di
dalam dunia bisnis. Produk akan dibeli apabila sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan konsumen. Dengan demikian dalam pembuatan suatu produk harus
diorientasikan sesuai dengan kebutuhan dari konsumen ataupun pasar. Kotler dan
Armstrong 2012:54) mengungkapkan kualitas adalah karakteristik dari produk dalam
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan yang telah ditentukan dan
bersifat laten. Sedangkan Kotler dan Armstrong (2008:231) dalam bukunya produk
adalah suatu sifat yang kompleks dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga,
prestasi perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembelian untuk memuaskan
kebutuhan dan keinginan.
Menurut Kotler (2005:49) kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari
suatu produk atau pelayanan pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang
dinyatakan/tersirat. Sedangkan menurut Lupiyoadi (2001:158) menyatakan bahwa
konsumen akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk
yang mereka gunakan berkualitas. Kualitas pada produk merupakan faktor yang
menyebabkan produk tersebut memiliki nilai sesuai dengan maksud apa tujuan
produk tersebut diproduksi. Kualitas itu sendiri dapat ditentukan melalui sekumpulan
kegunaan ataupun fungsinya yang di dalamnya terdapat daya tahan, ketergantungan
pada produk atau komponen lain, eksklusive, kenyamanan, wujud luar (warna,
bentuk, pembungkus dan sebagainya).
Perusahaan dapat menjadikan kualitas produk sebagai fokus utama untuk
memberikan kepuasan kepada konsumen. Jika perusahaan menganggap barang yang
diproduksi sudah melalui produksi kerja yang terbilang baik tetapi belum memenuhi
harapan konsumen, maka kualitas produk/jasa yang dihasilkan tetap dinilai sebagai
sesuatu yang berkualitas rendah. Jadi, dengan hal ini kualitas produk dapat
menentukan kepuasan pada konsumen yang berhubungan dengan harapan dalam
jangka panjang untuk terus menggunakan dan setia pada produk tersebu
