Faktor-Faktor Mempengaruhi Komitmen Organisasi


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyebab komitmen
organisasi yaitu:
a. Penyebab Komitmen Afektif
Beberapa literatur menunjukan bagaimana komitmen afektif dipelajari
dalam wujud karakteristik pribadi atau apa yang dikontribusikan oleh
karyawan pada organisasi. Walaupun banyak argument yang menyatakan
tidak adanya profil sebuah komitmen sehingga tidak mungkin ada hubungan
antara karakteristik pribadi dengan komitmen terhadap organisasi.
karakteristik dan pengalaman yang dibawa seseorang ke dalam organisasi
dapat memprediksikan bagaimana komitmen mereka terhadap organisasi.
Pengalaman kerja yang baik dan didukung oleh sejarah kerja yang baik
diperusahaan yang lama bisa saja pengalaman kerja di organisasi yang
sudah terjalin dan baik dan memberikan kenyamanan psikologis, membuat
seseorang terbiasa dengan apa yang menjadi pekerjaannya, dan betah
bekerja di organisasi tersebut sehingga akan membuat komitmennya
terhadap organisasi semakin tinggi.
b. Penyebab Komitmen Berkelanjutan
Menurut Meyer dan Allen komitmen berkelanjutan terkait dengan tiga
penyebab, yaitu karakteristik pribadi,investasi, dan alternatif. Investasi yang
dimaksud disini misalnya waktu, uang, atau usaha. Karyawan yang merasa
telah berkorban maupun mengeluarkan banyak waktu, usaha dan uang untuk
kehilangan apa yang telah diberikan selama ini. Kemudian terkait factor
alternatif, karyawan yang merasa tidak memiliki alternative kerja lain yang
lebih menarik, lebih sesuai atau menawarkan bayaran yang lebih tinggi,
akan merasa rugi jika meninggalkan organisasi karena belum tentu
memperoleh lebih baik dari apa yang telah diperolehnya selama ini.12
c. Penyebab Komitmen Normatif
Komitmen normatif terdiri dari norma-norma tertanam di dalam diri
seseorang, sejak kecil sebelum berada di dalam suatu organisasi, sampai
ketika seseorang berada dan bekerja di dalam organisasi (penanaman lewat
keluarga, teman sepermainan, dan proses sosialisasi di lingkungan lainnya).
Meyer dan Allen menyatakan komitmen normative akan semakin dapat
diperkuat dengan adanya kontrak psikologis antara karyawan dan
organisasi. Kontrak psikologis adalah kepercayaan yang seseorang miliki
mengenai suatu pertukaran antara karyawan dan organisasi sehingga
mempengaruhi rasa memiliki kewajiban kepada organisasi.