Proses Keputusan Pembelian


Menurut Peter dan Olson dalam Indrasari (2019:22) bahwa proses
pembelian terdiri dari beberapa tahap yaitu:
a. Pengenalan masalah
Pengenalan masalah ialah suatu proses yang komplek dimana pembeli
menyadari suatu kebutuhan yang mana dipicu oleh rangsangan internal
dan eksternal dimana perbedaan yang dirasarkan antar status hubungan
yang ideal dan yang sebenarnya.
b. Pencarian informasi
Mencari informasi yang relevan dari lingkungan luar untuk memecahkan
maslah atau mengaktifkan pengetahuan dan ingatan. Apabila dorongan
konsumen itu kuat dan produk yang memuaskan ada di dekat konsumen
itu, konsumen mungkin akan membelinya kemudian. Jika tidak,
konsumen bisa menyimpan kebutuhan itu dalam ingatannya atau
melakukan pencarian informasi yang berhubungan dengan kebutuhannya.
c. Evaluasi alternatie
Mengevaluasi atau menilai alternatif yang ada dalam konteks
kepercayaan utama tentang konsekuensi yang relevan, dan
mengkombinasikan pengetahuan tersebut untuk membuat keputusan.
Dalam hal ini pemasar harus tahu tentang evaluasi alternative yaitu
bagaimana konsumen memproses informasi untuk sampai pada pilihan
merek.
d. Pembelian
Membeli alternatif yang dipilih, dalam pembelian keputusan diambil agar
proses dapat menjadi nyata, jadi setelah tahap-tahap dilakukan maka
konsumen harus mengambil keputusan apakah membeli atau tidak.
e. Perilaku pasca pembelian
Menggunakan alternatif yang dipilih dan mengevaluasi sekali lagi
berdasarkan kinerja yang dihasilkan. Pada tahap proses keputusan
pembelian ini, di mana konsumen mengambil tindakan selanjutnya
setelah pembelian, berdasarkan kepuasan atau ketidak puasan.