Indikator Loyalitas Konsumen


Indikator loyalitas konsumen menurut Kotler &Keller (2017:57) adalah :

  1. Repeat Purchase( kesetiaan terhadap pembelian produk )
  2. Retention ( ketahanan terhadap pengaruh yang negative mengenai perusahaan)
  3. Referalls (mereferensikan secara total esistensi perusahaan )
    Menurut Oliver (2016) loyalitas pelanggan adalah komitmen yang
    dipegang teguh untuk membeli kembali produk atau jasa yang disukai di masa
    depan, meskipun ada pengaruh situasional dan upaya pemasaran yang memiliki
    potensi untuk menyebabkan perilaku. Indikator loyalitas pelanggan menurut
    Oliver (2016) :
  4. Behavioral Loyalty
    Perilaku loyal (behavior loyalty) atau perilaku loyal didefinisikan Schiffman dan
    Kanuk (2012) sebagai tingkah laku membeli ulang suatu merek oleh seorang
    pelanggan terhadap kategori produk tertentu. Rundle-Thiele(2015)
    mendefinisikan perilaku loyal sebagai perilaku sesunguhnya dari konsumen
    untuk melakukan pembalian ulang dan merekomendasikannya. Bowen dan Chen
    (2016) mendefinisikan perilaku loyal sebagai perilaku beli konsumen yang
    ditunjukkan dengan tingginya frekuensi konsumen datang ke sebuah toko atau
    membeli suatu produk.
    Berdasarkan beberapa definisi perilaku loyal di atas dapat disimpulkan bahwa
    perilaku loyal adalah perilaku aktual konsumen yang diwujudkan dalam bentuk
    pembelian ulang maupun kesediaan secara sukarela untuk merekomendasikan
    kepada orang lain tentang sebuah merek.
  5. Attitudinal Loyalty
    Literatur psikologi berpendapat, sikap optimis memainkan peran penting untuk
    percaya dan percaya seseorang (Rajumesh, 2016). Sikap merek dianggap sebagai
    sikap yang konsumen mengungkapkan menuju merek tertentu yang mereka
    temui (Rajumesh 2016). Aaker (2015) mendefinisikan loyalitas kesikapan
    (attitudinal loyalty) terhadap merek sebagai ukuran dari kesetiaan konsumen
    terhadap suatu merek atau keterkaitan seorang pelanggan pada sebuah merek.
    Berdasarkan beberapa definisi sikap loyal konsumen pada sebuah merek
    merupakan level komitmen dari konsumen rata-rata terhadap merek, hal ini
    meliputi tingkat komitmen akan nilai unik yang diasosiasikan terhadap merek.
    Sikap loyal mengarah ke lebih tingginya harga relatif untuk sebuah merek.
  6. Cognitive Loyalty
    Loyalitas ini merupakan representasi dari apa yang dipercayai oleh pelanggan.
    Dimensi kognitif berisikan persepsi, kepercayaan dan stereotype seorang
    pelanggan mengenai suatu merek. Sikap loyal berfokus pada dasar kognitif
    loyalitas dan isolat pembelian didorong oleh sikap yang kuat dari pembelian
    karena situasional kendala. Pelanggan yang memiliki sikap loyal berkomitmen
    untuk merek atau perusahaan dan mereka melakukan pembelian berulang
    berdasarkan disposisi internal yang kuat (Kruger et al., 2017). Sikap loyalitas
    juga dipandang sebagai tingkat lampiran psikologis pelanggan dan advokasi
    sikap terhadap organisasi (Rauyruen dan Miller, 2016). Oleh karena itu, loyalitas
    sikap meliputi kata positif dari mulut niat, kemauan untuk merekomendasikan
    kepada orang lain dan mendorong orang lain untuk menggunakan produk dan
    jasa perusahaan (Kruger et al., 2017)