Menurut Rundle-Thiele dan Bennett (2001), loyalitas merek
dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok berdasarkan tipe
pasar, yaitu:
1) Consumable goods markets
Riset loyalitas merek pada tipe pasar (Fast Moving
Consumer Goods) yaitu lebih fokus pada ukuran behavioral
loyalitas atau sering merupakan hasil dari perilaku kebiasaan
dan keterlibatan yang rendah dalam pembelian, seperti share
of category requirements (proporsi pembelian) dan allegiance
(periode waktu menggunakan merek tertentu). Contoh tipe
pasar ini yaitu sabun mandi, deterjen, pasta gigi, sereal, susu
bayi, dan es krim.
2) Durable goods market
Durable goods adalah produk manufaktur yang
berukuran ekonomis lama (biasanya lebih dari 1 tahun) dan
bisa digunakan berkali-kali, artinya pelanggan yang membeli
barang pada tipe pasar ini akan secara temporer keluar dari
pasar untuk produk tersebut sampai pelanggan tersebut
membutuhkan produk pengganti atau melakukan pembelian
ulang.
3) Service markets
Karakteristik loyalitas merek dalam tipe pasar ini sebagai
berikut:
a) Karakteristik intangibilitas dan variabilitas pada jasa
menyebabkan kebanyakan konsumen mempersepsikan
resiko yang lebih besar pada jasa dibandingkan barang,
sehingga kemungkinan loyalitas pada merek juga akan
meningkat.
b) Pelanggan biasanya adalah sole loyal dengan 100% share
of category requirements untuk merek tertentu, contohnya
dalam jasa pendidikan, salon kecantikan, konsultasi
hukum, konsultasi akuntansi, dan sebagainya.
c) Konsumen jasa kemungkinan akan tetap setia dengan
penyedia jasa tertentu apabila telah terjalin relasi yang
akrab diantara mereka.
d) Evaluasi kualitas jasa sangat sulit terutama pada
komsumen yang telah familiar dengan penyedia jasa
tertentu sehingga menyebabkan loyalitas merek lebih
sering dijumpai dalam sektor jasa.
e) Loyalitas dalam beberapa pasar jasa merefleksikan inersia.
f) Peranan faktor affect (mempengaruhi) dalam loyalitas
merek jasa adalah sangat penting
