Menurut Kotler (2017:10) proses pengembangan produk baru dapat
dibagi menjadi delapan proses, yaitu:
1) Proses Penciptaan Gagasan (Idea Generation)
Proses penciptaan gagasan bertujuan mendapatkan sebanyak
mungkin gagasan. Sumber gagasan tersebut dapat diperoleh dari
pelanggan, ilmua, pesaing, salesman perusahaan, distributor,
maupun pihak manajemen puncak. Pada tahap ini manajemen
puncak perlu menetapkan dan menegaskan kelompok produk apa
dan pasar mana yang akan diteliti. Maka harus jelas dulu
sebelumnya mengenai sasaran produk baru dan seberapa besar
upaya yang diperlukan untuk mengembangkan produk tersebut.
2) Proses Penyaringan Gagasan (Idea Screening)
Kesalahan penyaringan gagasan ini bertujuan pokok meneliti dan
membuang gagasan yang tidak baik sedini mungkin. Dua jenis
kesalahan yang harus dihindarkan dalam tahap ini adalah:
a) Kesalahan membuang (Drop error)
Jenis kesalahan ini terjadi bila perusahaan ternyata
membuang gagasan yang sebenarnya bagus.
b) Kesalahan jalan terus (Go error)
Jenis kesalahan ini terjadi bila perusahaan ternyata
meloloskan gagasan yang tidak bagus ke tahap
pengembangan dan akhirnya ke tahap komersial.
3) Proses Pengembangan dan Pengujian Konsep (Concept
Development and Testing)
Setelah melewati tahap penyaringan gagasan mengenai produk
tertentu yang bisa dijual ke pasar, lalu dikembangkan menjadi
beberapa konsep produk. Konsep produk yang telah ditemukan
masih perlu penempatan yang jelas sehingga pemisahan bisa
menyadari pada tingkat persaingan maka ia bersaing. Selanjutnya
pengujian atas konsep dilakukan pada sekelompok konsumen yaitu
konsumen diberikan uraian terperinci masing-masing konsep dan
diminta menjawab pertanyaan mengenai konsep tadi. Berdasarkan
jawaban responden tadi lalu diambil sebagai sampel sehingga
produsen dapat menilai konsep mana yang paling memikat dan
cukup kuat.
4) Proses pengembangan strategi pemasaran (Marketing Strategy
Development)
Pada tahap ini manajer produk, baru menyusun suatu konsep
permulaan strategi pemasaran untuk memperkenalkan produk di
pasar nanti. Strategi ini mencakup tiga bagian pokok, yaitu:
a) Rencana penempatan produk tersebut, hasil penjualan,
pangsa pasar serta sasaran keuntungan selama beberapa
tahun yang akan datang.
b) Perincian harga produk, saluran distribusi dan anggaran
pemasaran selama tahun pertama.
c) Sasaran jangka panjang dalam penjualan, keuntungan dan
strategi bauran pemasaran.
5) Proses Analisis Bisnis (Business Analysis)
Pada tahap ini manajer perusahaan harus memperkirakan jumlah
penjualan, jumlah penjualan perdana, jumlah penjualan pengganti,
jumlah penjualan ulang, serta biaya dan laba.
6) Proses Pengembangan Produk (Product Development)
Apabila dari segi bisnis sudah dinyatakan layak untuk diteruskan,
maka pada tahap ini konsep produk masuk ke tahap perekayasaan
untuk dikembangkan secara fisik di bagian produksi. Beberapa versi
fisik dari konsep produk akan di kembangkan oleh bagian R&D
dimana dalam proses itu diharapkan akan terbentuk prototype yang
memenuhi persyaratan.
7) Proses pengujian pasar (Market Testing)
Sasaran pokok dari pengujian pasar adalah pengkajian atas
tanggapan-tanggapan konsumen dan penyalur terhadap masalah-
masalah perlakuan, penggunaan dan pembelian produk senyatanya
senta pengkajian atas seberapa luas pasar sesungguhnya. Seberapa
luas pasar yang harus diadakan akan tergantung pada dua segi yaitu
biaya dan resiko penanaman modal disatu pihak adalah keterbatasan
waktu dan biaya penelitian.
8) Proses Komersialisasi (Commercialization)
Melalui tahap pengujian pasar, diharapkan dapat diperoleh
informasi yang cukup untuk keputusan berikutnya, yaitu produk
dipasarkan secara masal atau produk dibatalkan. Bila keputusan
yang diambil adalah meneruskan ke tahap komersialisasi, maka
perusahaan memerlukan penanaman modal dan biaya pemasaran
yang besar. Selain itu perusahaan juga harus memperhatikan faktor-
faktor seperti kapan waktu yang tepat untuk memasuki pasar,
dimana produk baru akan dipasarkan, pemasaran pasar yang
terencana dan prospek pasar sasaran
