Pengertian Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


Istilah marketing mix atau bauran pemasaran pertama kali digunakan
oleh Neil Borden (1964), yang terinspirasi dari konsep dan gagasan yang
dikemukakan oleh James Cullington (1948) yang menurutnya bahwa
seorang eksekutif bisnis berperan sebagai ‘mixer of ingredients’. Borden
mengemukakan bauran pemasaran terdiri dari 12 aspek dalam artikelnya
yang berjudul “The Concept of the Marketing Mix” yang dipublikasikan
pada tahun 1964, yaitu sebagai berikut;

  1. Product Planning
  2. Pricing
  3. Branding
  4. Channels or Distribution
  5. Personal Selling
  6. Adverstising
  7. Promotions
  8. Packaging
  9. Display
  10. Servicing
  11. Physical Handing
  12. Fact Finding and Analysis
    Aspek-aspek yang dikemukakan oleh Borden kemudian
    disederhanakan dan dipopulerkan oleh Jarome McCarthy (1968) menjadi 4
    aspek pokok, yang terdiri dari Product, Price, Place, dan Promotion. Pada
    umumnya sering disebut dengan 4P. Sejatinya, proses pemasaran dengan
    4P kurang efektif dan banyak pihak yang mengkritik serta menilai bahwa
    4P merupakan konsep yang belum sempurna. Kritikan dan nilai yang
    kurang efektif terhadap konsep 4P menjadi dorongan untuk beberapa pakar
    untuk mengemukakan konsep atau model pemasaran yang baru. Salah
    satunya adalah model 7P Service Marketing Mix yang dikemukakan oleh
    Booms dan Bitner (1981) serta model bauran pemasaran holistic marketing
    yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2006). Pada konteks pemasaran
    jasa, Booms dan Bitner (1981) menambah,kan tiga aspek pada konsep 4P
    sehingga menjadi konsep 7P, yang terdiri dari;
  13. Product
  14. Price
  15. Place
  16. Promotion
  17. People
  18. Process
  19. Physical Evidence
    Pengertian bauran pemasaran adalah sebagai berikut : “Bauran
    pemasaran adalah perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan
    untuk mengejar tujuan perusahaannya.” Maka, dapat disimpulkan bahwa
    bauran pemasaran merupakan satu perangkat yang terdiri dari produk,
    harga, promosi dan distribusi, yang di dalamnya akan menentukan tingkat
    keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan
    respon yang diinginkan dari pasar sasaran (Kotler dan Keller, 2007).
    Angipora (2002) yang mengemukakan bahwa pengertian dari bauran
    pemasaran adalah seperangkat variabel pemasaran yang dapat
    dikendalikan dan dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan
    tanggapan yang diinginkan di dalam pasar sasaran.
    Bauran Pemasaran adalah kombinasi dari empat variabel atau
    kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, yakni: produk,
    struktur harga,kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Jadi, kegiatan-
    kegiatan marketing mix terdiri dari empat unsur, di mana unsur-unsur
    tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain
    (Swastha dan Irawan, 2006)