Loyalitas Karyawan


Loyalitas pertama kali diteliti oleh Steers & Porter di tahun 1983, yang
mengemukakan pendapat bahwa loyalitas adalah hubungan aktif antara individu
atau antara bawahan dan atasan sedemikian rupa sebagai individu sehingga individu
bersedia memberikan pelayanan terbaik pada atasan. Dengan perkembangan
zaman, loyalitas karyawan telah diteliti oleh beberapa peneliti, seperti Iskandar
(2018) mengatakan bahwa loyalitas merupakan kesetiaan seorang karyawan
terhadap suatu instansi tempat ia bekerja. Meliputi kesetiaan pada jabatan,
pekerjaan dan organisasi. Pada tahun berikutnya, Wilianto (2019) mengemukakan
bahwa loyalitas karyawan adalah keinginan, kesediaan, dan tindakan karyawan
untuk menjalankan tugas perusahaan secara penuh kesadaran dan tanggung jawab
sehingga tujuan perusahaan berhasil tercapai serta keputusan pasti karyawan untuk
untuk tetap bekerja dalam perusahaan atau tidak keluar dari perusahaan apabila
tidak membuat kesalahan yang ekstrim.
Loyalitas menurut Purnamasari dan Sintaasih (2019) adalah kesetiaan yang
dicerminkan oleh kesediaan karyawan untuk melindungi dan membela organisasi
dengan kesadaran, tekad, dan kemampuan yang dibuktikan dengan sikap dan
perilaku dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan organisasi. Loyalitas
ditahun yang sama diteliti oleh Citra dan Fahmi (2019) sebagai kesetiaan seseorang
terhadap suatu hal yang bukan hanya berupa kesetiaan fisik semata, namun lebih
pada kesetiaan non fisik seperti pikiran dan perhatian. Loyalitas para karyawan
dalam suatu organisasi itu mutlak diperlukan demi kesuksesan organisasi itu
sendiri..
Menurut penelitian Altanchimeg dan Sarantuya (2018) menyebutkan bahwa
loyalitas karyawan sebagai tekad dan kesanggupan dari individu atau karyawan
untuk menaati, melaksanakan, mengamalkan peraturan-peraturan yang ada di
perusahaan dengan penuh kesadaran dan sikap tanggung jawab serta tidak adanya
keterpaksaan dalam bekerja secara keseluruhan. Hal ini selarang dengan pernyataan
Werdati et al. (2020) Loyalitas karyawan adalah merupakan tekad dan kesanggupan
untuk menaati, melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati dengan penuh
kesadaran dan tanggung jawab pekerjaan.
Sedangkan menurut penelitian terbaru dari Maulida dan Karyaningsih
(2022) loyalitas adalah kesetiaan karyawan dengan seluruh kemampuan,
keterampilan, pikiran dan waktu untuk ikut serta mencapai tujuan perusahaan dan
menyimpan rasa perusahaan serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang
merugikan perusahaan selama orang itu masih berstatus karyawan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa loyalitas adalah
keadaan yang menyangkut fisik, psikis, dan sosial yang membuat karyawan
mempunyai sikap untuk mentaati peraturan yang ditentukan oleh perusahaan,
melakukan dan menerapkan sesuatu yang ditaatinya dengan penuh kesadaran dan
tanggung jawab pribadi terhadap upaya pencapaian tujuan perusahaan sesuai
dengan keahliannya, sehingga dapat terjadi peningkatan efektifitas perusahaan yang
disertai dengan pengabdian yang kuat